Bakti BCA Perkuat Desa Wisata Labuan Bajo Lewat Workshop Gastronomi

1 hour ago 5

Selular.ID – Bank Central Asia (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA menggelar workshop peningkatan keterampilan gastronomi bagi pengelola desa wisata binaannya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Juli 2026.

Program ini diikuti sembilan pengelola Desa Bakti BCA sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi kuliner lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Workshop tersebut difokuskan pada pengembangan kemampuan pengelola desa dalam mengolah, menyajikan, dan mengemas kuliner khas daerah agar memiliki nilai tambah bagi wisatawan.

Selain memperkenalkan teknik memasak dan penyajian yang lebih baik, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai gastronomi sebagai perpaduan antara kuliner, sejarah, seni, dan budaya yang menjadi identitas setiap daerah.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan kuliner lokal merupakan salah satu potensi ekonomi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri pengelola desa dalam menghadirkan cita rasa khas daerah dengan standar penyajian yang lebih baik sehingga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi berkelanjutan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pelatihan yang diselenggarakan Bakti BCA mengusung pendekatan gastronomi secara menyeluruh atau end-to-end.

Materi yang diberikan mencakup proses pemilihan bahan baku lokal, teknik pengolahan makanan, hingga penataan dan penyajian hidangan agar lebih menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Seluruh sesi praktik didampingi oleh Dapur Tara, pelaku usaha kuliner berbasis budaya Flores yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo.

Kehadiran Dapur Tara sebagai fasilitator memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai penerapan konsep gastronomi berbasis kekayaan budaya lokal yang dapat diterapkan di desa wisata masing-masing.

Menurut Hera, pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hidangan yang disajikan kepada wisatawan, tetapi juga memperkuat nilai budaya yang terkandung di balik setiap menu tradisional.

Kuliner dinilai dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan.

Program di Labuan Bajo merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang selama ini dijalankan Bakti BCA di berbagai desa wisata binaan di Indonesia.

Selain sektor kuliner, perusahaan juga memberikan pendampingan pada bidang kerajinan, pariwisata, hingga pengembangan usaha masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal masing-masing wilayah.

Sebagai bagian dari pembinaan tersebut, BCA menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari pelatihan pengelolaan keuangan desa, pengembangan rumah pangan hidup (RPH), revitalisasi kebun kopi, dukungan sertifikasi produk, hingga berbagai kegiatan pengembangan usaha lainnya.

Pendekatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pelatihan jangka pendek, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program Desa Bakti BCA mengacu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah Usaha Berbasis Kemasyarakatan, yang memastikan kegiatan ekonomi desa dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Pilar kedua adalah Peningkatan Kapasitas, melalui pelatihan berkala untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta tata kelola kelembagaan desa.

Sementara itu, pilar ketiga berupa Akses Pasar, yang memberikan dukungan promosi sekaligus memperluas peluang pemasaran produk dan layanan desa melalui berbagai saluran dalam ekosistem BCA maupun kegiatan promosi lainnya.

Hera menegaskan penguatan kapasitas masyarakat desa memerlukan proses yang berlangsung secara konsisten dan saling terhubung antarpogram.

Karena itu, setiap inisiatif Bakti BCA dirancang untuk mendukung pengembangan potensi lokal secara menyeluruh sehingga dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Bagi sektor pariwisata, pengembangan gastronomi juga semakin mendapat perhatian karena menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman wisatawan saat berkunjung ke suatu destinasi.

Labuan Bajo yang dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia memiliki kekayaan kuliner berbasis hasil laut, rempah, serta tradisi masyarakat Flores yang dapat menjadi daya tarik tambahan selain wisata alam.

Melalui workshop ini, Bakti BCA mendorong pengelola desa wisata untuk tidak hanya mempertahankan cita rasa khas daerah, tetapi juga meningkatkan kualitas penyajian agar mampu memenuhi ekspektasi wisatawan yang semakin beragam.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing desa wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bakti BCA dalam membangun ekosistem desa yang mandiri, berdaya saing, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

Perusahaan menegaskan setiap program yang dijalankan dirancang agar menghasilkan dampak yang dapat terus berkembang, sejalan dengan penguatan ekonomi desa berbasis potensi wilayah masing-masing.

Baca Juga: Samsung Galaxy Watch8 Dukung NFC Pay di Aplikasi myBCA

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online