Bank Mandiri Perluas Dampak Sosial Lewat MJM 2026

7 hours ago 4

Selular.ID – Bank Mandiri memperluas rangkaian kegiatan sosial dalam penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 melalui program Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem di Yogyakarta.

Program yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-28 Bank Mandiri ini berfokus pada peningkatan akses layanan kesehatan, penguatan literasi keuangan digital bagi pelaku usaha mikro, serta pelestarian warisan budaya melalui digitalisasi manuskrip kuno.

Inisiatif tersebut dijalankan di sejumlah lokasi strategis, termasuk Keraton Ngayogyakarta, Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Pasar Ngasem.

Melalui program ini, Bank Mandiri tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat dan Abdi Dalem Keraton, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal yang menjadi bagian dari ekosistem budaya Yogyakarta.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, Bank Mandiri ingin memperkuat akses kesehatan, meningkatkan literasi keuangan, serta mendukung masyarakat yang selama ini berperan menjaga dan melestarikan warisan budaya Yogyakarta.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu kegiatan utama dalam program Mandiri Bakti Kesehatan adalah penyelenggaraan Mini General Check Up yang digelar di Puro Pakualaman dan Puralaya Imogiri pada 19 Juni 2026, serta di Keraton Ngayogyakarta pada 20 Juni 2026.

Program pemeriksaan kesehatan dasar tersebut menjangkau sekitar 1.650 orang dari kalangan Abdi Dalem di tiga lokasi berbeda.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tekanan darah, hingga kesehatan mata.

Selain layanan kesehatan langsung, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan alat kesehatan dan perlengkapan medis untuk mendukung operasional klinik di lingkungan keraton.

Masih dalam rangkaian yang sama, Bank Mandiri menggelar Khitanan Massal Mandiri Bakti Kesehatan yang diikuti oleh 280 anak dari wilayah sekitar Prambanan serta anak dan kerabat keluarga Abdi Dalem Keraton.

Selain mendapatkan layanan khitan tanpa biaya, peserta juga menerima bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kebutuhan pendidikan.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menghadirkan program Literasi UMKM Pasar Ngasem yang menyasar para pedagang di kawasan pasar tradisional tersebut.

Program ini memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan digital, penggunaan layanan transaksi non-tunai, serta peningkatan pemahaman keuangan yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital saat ini.

Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya adopsi pembayaran digital dan layanan keuangan berbasis teknologi di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil.

Melalui literasi keuangan yang lebih baik, pedagang diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih efisien sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Sebagai dukungan tambahan, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan perangkat kebersihan dan melakukan pengecatan sarana umum di lingkungan Pasar Ngasem.

Upaya ini ditujukan untuk menciptakan area usaha yang lebih sehat, nyaman, dan produktif bagi pedagang maupun pengunjung.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan dan ekonomi masyarakat, Bank Mandiri turut memperkuat aspek pelestarian budaya melalui program bertajuk “Pustaka Luhur, Akses untuk Semua”. Inisiatif ini mendukung digitalisasi manuskrip kuno yang tersimpan di Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman.

Perpustakaan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan naskah bersejarah yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa, mulai dari tata pemerintahan, sastra, seni, hingga nilai-nilai etika dan budaya.

Dalam program ini, Bank Mandiri mendukung proses digitalisasi, alih aksara, dan alih bahasa terhadap manuskrip kuno agar dapat terdokumentasi dengan lebih baik serta diakses lebih luas oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.

Digitalisasi manuskrip juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan teknologi untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Dengan format digital, dokumen bersejarah dapat lebih mudah dipelajari tanpa mengurangi upaya konservasi terhadap naskah asli yang rentan mengalami kerusakan akibat usia.

Program Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem melengkapi berbagai inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan yang telah dijalankan Bank Mandiri selama penyelenggaraan MJM 2026.

Sebelumnya, perusahaan menghadirkan program Mandiri Sahabat Desa yang mencakup perbaikan jalan, pembangunan batas desa, serta kegiatan bersih desa di 28 desa yang dilalui rute lomba.

Bank Mandiri juga menyalurkan 2.800 paket sembako kepada masyarakat di wilayah sekitar penyelenggaraan acara.

Keseluruhan rangkaian program tersebut menunjukkan strategi perusahaan dalam mengintegrasikan kegiatan olahraga, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan pelestarian budaya sebagai bagian dari agenda keberlanjutan yang dijalankan sepanjang penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon 2026.

Baca Juga: Telkomsel Lanjutkan Program Baktiku Negeriku 2025 untuk Digitalisasi Desa

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online