loading...
vivo Y31d Pro mengusung baterai besar dan daya tahan tinggi. Foto: vivo Indonesia
JAKARTA - Di tengah stagnasi inovasi ponsel kelas menengah yang kerap terjebak pada perang resolusi kamera semata, vivo Indonesia mengambil langkah anomali dengan meluncurkan vivo Y31d Pro pada Senin, 13 April 2026.
Alih-alih menjual jargon performa gaming tingkat dewa, pabrikan ini secara spesifik meracik sebuah perangkat "pekerja keras" berbaju parlente yang dibekali baterai raksasa 7000mAh dan daya tahan ekstrem standar militer.
Secara kritis, strategi vivo ini dapat dibaca sebagai upaya merebut ceruk pasar "generasi non-stop"—mereka yang menghabiskan belasan jam di lapangan, berpindah dari satu titik ke titik lain, dan tidak memiliki kemewahan waktu untuk mencari colokan listrik.
Namun, apakah harga yang ditawarkan sepadan dengan spesifikasi mesin yang dibawanya?
Pemetaan Harga: Kompromi Antara Ketangguhan dan Dapur Pacu

Fokus utama dari kehadiran vivo Y31d Pro tentu bermuara pada struktur harganya. Perangkat yang tersedia dalam dua kelir elegan, Putih Satin dan Hitam Permata, ini ditawarkan dalam tiga varian memori.
Varian dasar dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB dibanderol seharga Rp4.299.000. Di atasnya, varian 8GB+128GB dipatok di angka Rp4.899.000, sementara kasta tertingginya, 8GB+256GB, menyentuh harga Rp5.499.000.
Untuk merangsang serapan pasar pada periode prapemesanan (pre-order) yang berlangsung dari 13 hingga 16 April 2026, vivo memberikan cashback langsung senilai Rp300.000. Otomatis, harga promo ketiganya merunduk menjadi Rp3.999.000, Rp4.599.000, dan Rp5.199.000.
Bila dibedah dari kacamata pasar, mematok harga nyaris Rp 5,5 juta untuk varian tertinggi adalah sebuah langkah yang sangat berani, mengingat "jantung" yang ditanamkan di dalamnya adalah chipset Snapdragon 685 (fabrikasi 6nm).
.png)

















































