BRI Setor Pajak Terbesar, Perkuat Kontribusi untuk Negara

20 hours ago 13

Selular.ID – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menegaskan posisinya sebagai salah satu kontributor pajak terbesar di industri keuangan Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional pada 14 Juli 2026.

Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI menyatakan tetap konsisten mendukung penerimaan negara melalui pembayaran pajak dan dividen, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Pada kuartal pertama 2026, BRI Group secara konsolidasian mencatat total setoran kepada negara sebesar Rp19,1 triliun, yang terdiri atas Rp8,1 triliun pembayaran pajak dan Rp11,0 triliun dividen tahun berjalan.

Kontribusi tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat struktur fiskal nasional melalui kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa pembayaran pajak bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi juga bentuk kontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Badan Pengelola BUMN dan Danantara Indonesia yang mendorong perusahaan negara untuk terus menciptakan nilai tambah (value creation) yang berkelanjutan bagi negara.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujar Hery Gunardi dalam keterangan resmi.

Kontribusi BRI terhadap penerimaan negara juga terlihat dari tren tiga tahun terakhir. Pada 2023, BRI menyetorkan total Rp50,5 triliun, terdiri dari Rp27,3 triliun pajak dan Rp23,2 triliun dividen.

Setahun kemudian, nilai tersebut meningkat menjadi Rp57,6 triliun, dengan komposisi Rp31,9 triliun pajak dan Rp25,7 triliun dividen.

Sementara pada 2025, BRI kembali memberikan kontribusi sebesar Rp55,8 triliun, yang terdiri atas Rp28,1 triliun pembayaran pajak dan Rp27,7 triliun dividen.

Secara keseluruhan, setoran tersebut mencakup berbagai jenis kewajiban kepada negara, termasuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan Badan, Bea Meterai, hingga pajak daerah.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan peran strategis sektor perbankan nasional dalam mendukung penerimaan negara.

Selain menjalankan fungsi intermediasi keuangan, bank-bank besar seperti BRI juga menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan fiskal melalui pembayaran pajak dan dividen kepada pemerintah sebagai pemegang saham.

Kemampuan BRI mempertahankan kontribusi tersebut ditopang oleh kinerja bisnis yang tetap tumbuh sepanjang awal 2026.

Hingga akhir kuartal pertama, BRI Group membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun, tetap tumbuh positif meski perekonomian global masih menghadapi tekanan.

Di periode yang sama, total aset BRI Group meningkat 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp2.250 triliun.

Pertumbuhan juga terlihat pada penyaluran kredit dan pembiayaan yang naik 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun, mencerminkan aktivitas intermediasi yang tetap berjalan di berbagai segmen pembiayaan.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.555,1 triliun, atau tumbuh 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) juga semakin dominan dengan nilai Rp1.058,6 triliun, setara 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan posisi kuartal pertama 2025 yang sebesar 65,77%.

Peningkatan porsi CASA dinilai penting bagi industri perbankan karena dana murah memiliki biaya penghimpunan yang lebih rendah dibandingkan deposito.

Struktur pendanaan seperti ini membantu bank menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund), sekaligus memberikan ruang yang lebih besar untuk memperluas pembiayaan kepada sektor produktif.

Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, BRI menyatakan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, penciptaan nilai bagi pemegang saham, dan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Strategi tersebut diarahkan untuk memastikan manfaat ekonomi yang dihasilkan perusahaan dapat terus memberikan dampak bagi pembangunan nasional melalui pembayaran pajak maupun dividen.

Hery Gunardi menambahkan bahwa peringatan Hari Pajak Nasional menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen perusahaan dalam menghadirkan pertumbuhan yang berkualitas.

“Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai (value creation) BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara,” kata Hery.

Ke depan, BRI menyatakan akan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, menjaga fundamental bisnis, serta memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui pertumbuhan yang berkelanjutan dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia.

Baca Juga: DFSK E5 Plus Andalkan Teknologi Hybrid 1.400 Km Sekali Isi

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online