Bupati Blora Ajak Sinergi Lintas Sektor, Tingkatkan Luasan Lahan Pertanian Jagung

8 hours ago 3

INFO TEMPO – Bupati Blora, Arief Rohman, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani hutan. Kabupaten Blora pun berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang sebelumnya dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita tentunya mendukung apa yang menjadi program dari Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan, bahwa Blora ini penghasil jagung terbesar kedua, kita luasan lahannya hampir 83.000 hektare,” kata Bupati Arief saat menghadiri acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendamping Perhutanan Sosial Perkumpulan Rejo Semut Ireng Kabupaten Blora di Pendopo Kabupaten, Senin, 6 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bupati Arief berharap dengan adanya sinergitas dengan Perkumpulan Rejo Semut Ireng dan Kelompok Tani Hutan (KTH), luasan lahan pertanian jagung dapat ditingkatkan. “Tidak hanya 83.000, tapi bisa meningkat sampai 100.000 hektare dan kita ingin nanti ada pendampingan juga dari hulu sampai hilir, bagaimana soal bibitnya, pupuknya, dan sampai nanti setelah pasca panen ini hilirisasinya seperti apa,” ujar dia.

Apalagi dengan adanya wacana dari Kementerian Pertanian terkait kemungkinan produksi bioethanol yang ada di Kabupaten Blora. Pihaknya ingin agar dinas-dinas terkait bekerja sama dengan kementerian terkait untuk melakukan pemetaan dengan Perhutani, perhutanan sosial, dan KTH.

“Muaranya adalah untuk para petani, terutama yang ada di KTH. Nanti dipetakan, dibuat semacam pokja untuk memetakan ini,” ujar dia.

Hal ini dilakukan agar antara satu dengan yang lain, antara Perhutani dengan perhutanan sosial tidak ada dikotomi. “Satu dan yang lain saling bisa berjalan. Tentunya patokannya adalah aturan yang ada, kita harmonisasi,” kata dia.

Sementara dari kepolisian dan TNI juga sudah memiliki program untuk ketahanan pangan, maka Kabupaten Blora akan seiring sejalan. “Lahan-lahan yang kira-kira tidak termanfaatkan, lahan-lahan yang marjinal ini, kalau bisa kita manfaatkan,” kata Bupati Arief.

Dia melanjutkan, “Saya ingin pemetaannya, termasuk kendala-kendala apa yang dihadapi untuk teman-teman yang perhutanan sosial, kita ingin bersinergi, kita ingin bekerja sama dengan baik. Ini kami harap nanti keberadaan teman-teman nanti bisa rukun, akur, bersinergi semuanya.”

Bupati Arief pun mengapresiasi apa yang menjadi tema dari kegiatan Halal Bihalal kali ini, yakni “Petani Hutan Bangkit Sejahtera dan Berdaulat, Petani Berdikari, Ketahanan Pangan Nasional Terwujud.” Menurut dia, melalui kegiatan ini, yang menghadirkan narasumber dari Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Marcus Oktavianus Susatyo, dari Balai PSKL Yogyakarta Wahyudi Ardhyanto, Kodim 0721 Blora, akan melahirkan rekomendasi kepada para pemangku kepentingan termasuk kepada Pemerintah Kabupaten Blora.

“Kira-kira rumusannya dan seperti apa rekomendasi kepada pemerintah yang harus kami dukung. Termasuk nanti akan kami tindaklanjuti hingga tingkat kecamatan atau desa-desa yang di situ ada lokasi perhutanan sosialnya,” kata Bupati Arief. “Kalau selama ini mungkin ada masih ada miskomunikasi antara teman-teman KTH dengan Kepala Desa dan sebagainya, kami tolong diberikan gambarannya dan petanya,” tambah dia.

Adapun kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain jajaran Forkopimda Blora, Ketua Umum Perkumpulan Rejo Semut Ireng R. Paulus Ekanto, Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Rejo Semut Ireng Mul Giyanto, M.R., serta Kepala DP4 Blora. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online