Selular.ID – Firma riset pasar Counterpoint Research, melaporkan bahwa jumlah pengiriman (shipment) smartphone global anjlok 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal kedua 2026 ini.
Penurunan ini membuat volume pengiriman ponsel pintar selama April hingga Juni 2026 menjadi yang terendah untuk kuartal II sejak 2013 atau dalam 13 tahun terakhir.
Counterpoint menyebut, penyebab utama pelemahan pasar bukan lagi rendahnya permintaan semata, melainkan krisis pasokan chip memori DRAM dan NAND yang semakin memburuk.
Kenaikan harga kedua komponen tersebut membuat biaya produksi smartphone melonjak sehingga banyak vendor terpaksa menaikkan harga jual, terutama pada ponsel kelas entry-level dan menengah.
Baca juga:
- Counterpoint: Oppo Pimpin Pasar Smartphone Indonesia, Perkuat Segmen Premium
- Counterpoint: Pengiriman Chipset MediaTek dan Qualcomm Menurun
“Yang awalnya hanya masalah komponen kini telah berubah menjadi masalah permintaan. Smartphone entry-level dan menengah menjadi semakin sulit dipasarkan pada harga sebelumnya,” kata Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Menurut Jain, produsen memilih strategi berbeda untuk menghadapi kondisi tersebut.
Sebagian menaikkan harga sambil menerima margin keuntungan yang lebih tipis, sebagian lagi memperpanjang umur produk lama dan mengandalkan promosi.
Sementara lainnya mengurangi peluncuran produk baru maupun produksi.
Counterpoint juga menilai, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperparah kondisi pasar karena mendorong kenaikan biaya logistik dan pengiriman, di tengah inflasi global serta melemahnya daya beli konsumen.
5 besar vendor smartphone dunia, Samsung nomor satu
Di tengah pelemahan pasar, Samsung berhasil kembali menjadi vendor smartphone terbesar dunia pada kuartal II 2026.
Pangsa pasar (market share) Samsung naik dari 20 persen pada kuartal II 2025 menjadi 24 persen pada periode yang sama tahun ini.
Samsung juga menjadi satu-satunya vendor lima besar dengan pertumbuhan shipment paling tinggi dibanding tahun lalu.
Menurut Counterpoint, pencapaian tersebut didorong performa kuat seri Galaxy S26, khususnya varian Galaxy S26 Ultra yang mendapat respons positif berkat fitur AI dan Privacy Display.
Selain itu, Samsung dinilai lebih mampu menjaga ketersediaan produk, menahan kenaikan harga di sejumlah pasar, serta menggelar promosi agresif di India dan Timur Tengah.
Selanjutnya, Apple yang berada di peringkat kedua juga mencatat hasil positif. Pengiriman iPhone tumbuh 3 persen YoY.
Sementara market share-nya naik dari 17 persen menjadi 20 persen. Ini menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Apple pada kuartal kedua.
Pertumbuhan ini ditopang tingginya permintaan seri iPhone 17, yang menjadi smartphone dengan pengiriman terbesar secara global.
Counterpoint juga menyebut Apple menjadi satu-satunya vendor besar yang tidak menaikkan harga iPhone selama kuartal tersebut.
Meski kemudian, Apple menaikkan harga memasuki minggu ke-2 di bulan Juli 2026.
Setidaknya untuk wilayah Indonesia, i iPhone 15 series, iPhone 16 series, iPhone Air, hingga iPhone 17 series kini dibanderol lebih tinggi dibanding akhir Juni lalu.
Penyesuaian harganya bervariasi hingga Rp 7 juta.
Xiaomi, Oppo, dan Vivo paling terpukul
Sementara itu, Xiaomi, Oppo, dan Vivo secara berurutan menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima dalam list 5 besar vendor smartphone global kuartal II-2026 versi Counterpoint.
Ketiga merek China tersebut sama-sama mengalami penurunan pengiriman terbesar di antara lima vendor teratas.
Penurunannya hingga dua digit dibanding kuartal II tahun lalu.
Counterpoint menilai, ketiga perusahaan lebih terdampak karena portofolio produknya banyak bermain di segmen entry-level dan menengah yang paling sensitif terhadap kenaikan harga akibat mahalnya DRAM dan NAND.
Akibatnya, banyak konsumen memilih menunda pembelian smartphone baru, membeli model generasi lama, atau memperpanjang masa pakai perangkat mereka.
Meski begitu, Xiaomi masih mempertahankan pangsa pasar 12 persen.
Sementara Oppo dan Vivo masing-masing menguasai 11 persen dan 8 persen pasar smartphone global.
Di luar lima besar, Counterpoint mencatat Google dan Huawei menjadi dua vendor dengan pertumbuhan tercepat.
Pengiriman smartphone Google meningkat 16 persen YoY, didorong seri Pixel 10 dan Pixel 10a.
Sementara Huawei tumbuh 6 persen, berkat performa seri Mate 80, Nova 15, dan Enjoy 90.
Berikut daftar 5 besar vendor smartphone global pada kuartal II-2026, sebagaimana Selular himpun dari laman resmi Counterpoint Research:
- Samsung – 24 persen (market share)
- Apple – 20 persen
- Xiaomi – 12 persen
- Oppo – 11 persen
- Vivo – 8 persen
Counterpoint memperkirakan kondisi pasar smartphone belum akan pulih dalam waktu dekat.
Firma riset tersebut masih memproyeksikan pengiriman smartphone global sepanjang 2026 turun sekitar 14 persen dibanding tahun sebelumnya.
Krisis pasokan memori diperkirakan masih berlanjut hingga 2027 sehingga produsen akan lebih fokus menjual perangkat bernilai tinggi dibanding mengejar volume penjualan.
Vendor juga diperkirakan akan mengurangi model dengan margin rendah, menyesuaikan konfigurasi RAM dan penyimpanan, serta lebih mengandalkan smartphone refurbished maupun model generasi sebelumnya untuk menjaga permintaan dari konsumen yang sensitif terhadap harga.
.png)

















































