Demo Mahasiswa Papua Sebut Natalius Pigai Penjilat Prabowo

1 hour ago 2

ALIANSI mahasiswa Papua dari Front Anti-Militerisme dan Investasi menilai Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai gagal menyelesaikan deretan pelanggaran HAM di Papua. Puluhan massa yang berdemo di kantor Kementerian HAM, Jakarta, pada hari ini, Senin, 11 Mei 2026 mendesak Pigai menemui mereka dan menerima aspirasinya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Massa menyesalkan sikap Pigai yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat asli Papua semenjak ia menjadi Menteri HAM. Padahal, menurut massa aksi, Pigai pernah lantang membela orang Papua saat menjadi Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017.

"Natalius Pigai saat menduduki Komnas HAM, dia cukup lantang untuk membicarakan persoalan hak asasi manusia yang terjadi di Papua bahkan di Indonesia. Namun semakin hari berjalan, seakan-akan dia tidak punya taring," kata seorang peserta aksi bernama Veronica dari atas mobil komando.

Veronica mengatakan, masalah menahun di Papua sebenarnya dilatarbelakangi kesenjangan ekonomi dan hak politik dalam menentukan nasibnya sendiri. Sehingga ia menegaskan pendekatan keamanan lewat pengiriman TNI dan Polri ke Papua tidak bisa menjadi solusi. Bahkan hal itu memicu konflik dengan masyarakat adat, yang menjadi korban dalam konflik bersenjata dan harus mengungsi dari tanah ulayatnya.

Massa aksi mendesak agar Prabowo menarik militer dan polisi dari Papua karena tidak terbukti menyelesaikan masalah dan justru menimbulkan celah pelanggaran HAM lain. Komnas HAM RI Perwakilan Papua mencatat pada awal 2026 terdapat empat peristiwa menonjol kekerasan di Papua yang mengakibatkan sekitar 14 orang meninggal.

Veronica melihat kegagalan negara melindungi masyarakat dari berulangnya pola kekerasan di Papua. Dia memandang Pigai sebagai orang asli Papua yang tidak menunjukkan keberpihakan dan justru makin merapat dengan pemerintahan Prabowo yang dinilai fasis.

Buktinya, kata Veronica, adalah Pigai yang enggan menemui massa aksi yang sedang menggunakan hak berdemokrasi. Dia menyentil pernyataan Pigai yang mengklaim telah memahami HAM sejak umur 5 tahun tapi tidak menunjukkan bukti konkretnya.

"Rezim Prabowo-Gibran yang fasis yang kemudian kembali mempraktikkan rezim Soeharto hari ini dengan pendekatan militer yang kemudian masuk ke ranah sipil, dengan  PSN, Koperasi Merah Putih, MBG yang menghabiskan uang rakyat. Dia itu penjilat kawan-kawan! Natalius penjilat!" ucap perwakilan mahasiswa Papua yang berkuliah di Malang, Jawa Timur, ini.

Massa aksi menolak melakukan audiensi ke dalam Kantor Kementerian HAM karena menganggapnya sia-sia. Mereka telah melakukan serangkaian upaya untuk memanggil Pigai keluar. 

Mulai dari mendorong pagar besi yang dijaga polisi,masuk ke halaman utama kantor Kementerian HAM, hingga membakar ban bekas dan terus berorasi. Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 dan masih berlangsung hingga 15.00 WIB. 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online