loading...
Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2022 menyusul laporan bahwa militer AS tengah menyiapkan opsi serangan militer baru terhadap Iran. Foto/Dok
JAKARTA - Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2022 menyusul laporan bahwa militer Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan opsi serangan militer baru terhadap Iran. Pasar energi global kembali mendapatkan gelombang kejut, yang akan menjadi alarm bahaya bagi banyak negara, tidak terkecuali Indonesia.
Langkah ini diambil setelah negosiasi antara Washington dan Teheran menemui jalan buntu. Komando Pusat AS (CENTCOM) dikabarkan telah menyusun rencana serangan 'singkat namun kuat' (short and powerful) untuk memecah kebuntuan perang yang telah melumpuhkan jalur pasokan energi dunia.
Brent Melejit 7%, Inflasi Global Mengintai
Minyak mentah Brent sempat melonjak hampir 7% hingga menembus angka USD126 per barel. Ini adalah level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai beberapa tahun silam. Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI) juga ikut terkerek naik ke posisi USD109 per barel.
Baca Juga: UEA Hengkang dari OPEC, Harga Minyak Dunia Tembus USD115 per Barel
Laporan dari Axios menyebutkan bahwa target serangan AS kemungkinan besar menyasar infrastruktur strategis di Iran. Namun ada opsi yang lebih ekstrem yakni pengerahan pasukan darat untuk merebut sebagian wilayah Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran komersial yang diblokade.
Kenaikan harga energi yang gila-gilaan ini dipicu oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka panjang menyusul blokade Selat Hormuz. Sebagai informasi, seperlima pasokan energi dunia (minyak dan gas) biasanya melewati Selat Hormuz.
.png)















































