Eks Persija Bela Kurniawan Dwi Yulianto Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal di Piala Asia U-17 dan Tidak Lolos Piala Dunia U-17

5 hours ago 3

Bola.com, Kediri - Timnas Indonesia U-17 gagal di Piala Asia U-17 2026 Arab Saudi. Matthew Baker dkk. tidak mampu mengulang sukses melangkah ke Piala Dunia U-17 2026 Qatar. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto jadi juru kunci Grup B dengan koleksi tiga poin.

Meski China U-17 dan Qatar U-17 memiliki poin sama, tapi Timnas Indonesia U-17 kalah head to head. China U-17 dengan agregat gol tiga memasukkan dan kemasukan berhak mendampingi Jepang U-17 tampil di Piala Dunia U-17 pada November mendatang.

Sebenarnya performa Timnas Indonesia U-17 lumayan bagus, meski tidak sempurna. Dalam setiap laga, mereka mampu mencetak gol, tapi gawang Mike Rajasa Hoppenbrouwers juga kebobolan lebih banyak dari yang dibikin rekan setimnya.

Asa muncul ketika Timnas Indonesia U-17 berhasil mengalahkan China U-17 dengan skor 1-0 pada pertandingan pertama. Namun, dalam dua partai berikutnya, Timnas Indonesia U-17 kalah 1-2 dari Qatar U-17.

Meskipun TImnas Indonesia U-17 sempat dapat hadiah penalti yang gagal dikonversi jadi gol oleh Matthew Baker. Pada pertandingan terakhir, Garuda Muda digasak Jepang U-17 dengan skor 1-3.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Persiapan Tidak Ideal

Terkait kegagalan ini, Aris Indarto menilai persiapan Kurniawan Dwi Yulianto memoles Timnas Indonesia U-17 sejak awal kurang ideal.

Eks stoper Persija ini menyoroti soal penunjukkan rekannya sesama alumni Diklat Salatiga itu sebagai nakhoda yang mepet hingga proses rekrutmen pemain.

Pelatih jebolan Primavera yang karib disapa Kurus itu ditunjuk PSSI menukangi Timnas Indonesia U-17 sejak 13 Februari 2026.

"Saya kira waktu tiga bulan tak cukup bagi Kurus untuk menyiapkan tim dan memahami kualitas tiap pemainnya. Mengingat waktu minim, dia tidak banyak kesempatan melakukan uji coba," ujar Aris.

"Ketika tim belum siap, Timnas Indonesia U-17 harus bertanding melawan tim-tim berat yang sama-sama akan tampil di Piala Asia U-17. Seharusnya uji coba dilakukan berjenjang, mulai melawan tim lemah kemudian naik menghadapi tim kuat," katanya.

Butuh Waktu Membangun Chemistry

Soal materi pemain, Aris Indarto pun menganalogikan Kurniawan Dwi Yulianto seperti juru masak yang telah disuguhi bahan baku agar mengolah menjadi santapan yang nikmat.

"Ketika ditunjuk menjadi pelatih, pemain sudah ada. Mayoritas mereka dari tim Garuda United yang tampil di EPA U-18. Jadi pemain Timnas Indonesia U-17 bukan pilihan Kurus."

"Kalau ditunjuk jadi pelatih lebih awal, Kurus punya waktu panjang untuk menyeleksi pemain dan menggembleng mereka," lanjutnya.

Dari pandangan Aris Indarto ini bisa ditarik kesimpulan menyiapkan tim sepak bola tak bisa secara instan. Pelatih dan pemain harus punya waktu lama untuk membangun chemistry.

Seharusnya Mencontoh Uzbekistan

Seharusnya PSSI bisa mencontoh langkah Federasi Sepak Bola Uzbekistan. Setelah Uzbekistan U-17 menjuarai Piala Asia U-17 2025 dan lolos ke Piala Dunia U-17 2025 Qatar, mereka menyiapkan skuad baru, Uzbekistan U-16, untuk bertarung di Piala Asia U-17 2026.

Sergey Chigodaev menggantikan Islombek Ismoilov yang sukses membawa Uzbekistan U-17 juara Piala Asia U-17 2025 hingga lolos ke Piala Dunia U-17 2025.

Sergey Chigodaev sempat memimpin Uzbekistan U-16 tampil di Piala Kemerdekaan yang digelar di Stadion Utama Sumatra Utara pada Agustus silam.

Kala itu, Uzbekistan U-16 dikalahkan Timnas Indonesia U-17 asuhan Nova Arianto menjelang berkiprah di Piala Dunia U-17 2025 dengan skor 0-2.

Kini tim muda Uzbekistan U-16 ini tampil cemerlang di Piala Asia U-17 2026 dan berhak berlaga lagi di Piala Dunia U-17 2026 Qatar setelah jadi juara Grup D.

Pada laga terakhir mereka mengalahkan Australia U-17 dengan skor 2-0. Uzbekistan U-17 akan menghadapi Korsel U-17 di babak perempatfinal Piala Asia U-17 2026.

"Kegagalan Kurniawan Dwi Yulianto dan Timnas Indonesia U-17 ini jadi pelajaran. Tahun depan kita harus menyiapkan tim lebih kuat dengan persiapan panjang. Timnas Indonesia U-17 harus menapak lagi lewat babak kualifikasi jika ingin tampil di Piala Asia U-17 2027," tuturnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online