Filter Ketat Katering Haji 2026, Dapur Wajib Kirim Sampel Makanan Sebelum Didistribusikan

7 hours ago 8

loading...

Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal melakukan inspeksi katering jemaah haji 2026. Salah satunya Dapur Ahlazat yang menyediakan 6.150 porsi dalam sekali proses memasak. Foto/Nur Wijaya Kesuma

MAKKAH - Otoritas Daerah Kerja (Daker) Makkah menyatakan kesiagaan penuh untuk menyambut kedatangan 12 kelompok terbang (kloter) perdana jemaah haji Indonesia dari Madinah. Rombongan tamu Allah ini dijadwalkan tiba di Kota Makkah pada pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (30/4), dan akan langsung menempati akomodasi di Sektor 7 wilayah Misfalah.

Guna menjamin kebutuhan dasar belasan kloter tersebut terpenuhi, panitia telah melakukan inspeksi ketat terhadap fasilitas penyedia katering haji, salah satunya Dapur Ahlazat. Dapur berskala raksasa ini terkonfirmasi memiliki kapasitas produksi mencapai 6.150 porsi dalam satu kali proses memasak.

Baca juga: Askar Tak Berseragam Awasi Masjid Nabawi, Jemaah Haji Diminta Ekstra Disiplin

Kapasitas masif ini disiagakan untuk menjamin distribusi makanan jemaah haji berjalan mulus sebanyak tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam. Dengan kekuatan logistik ini, pemerintah memastikan tidak akan ada jemaah yang terlantar kelaparan setibanya mereka di Kota Suci.

"Jadi bahan-bahan pokok seperti beras dan sebagainya sebenarnya tidak perlu dibawa, di sini sudah lengkap, bahkan sudah matang tinggal makan," tegas Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal di Makkah, Arab Saudi, Kamis (30/4/2026).

Ihsan menggaransi bahwa menu yang dihidangkan tidak hanya bernuansa nusantara, tetapi juga telah lolos perhitungan gramasi dari ahli gizi. Takaran nutrisi dalam setiap kotak makan dipastikan telah memenuhi standar minimal untuk menyokong ketahanan fisik jemaah di tengah cuaca ekstrem.

Baca juga: Hari ke-9 Operasional Haji, 47.834 Jemaah Indonesia Diberangkatkan ke Tanah Suci

Oleh karena itu, tradisi merepotkan seperti membawa beras mentah dari Tanah Air kini sudah tidak lagi relevan bagi jemaah haji modern. Tamu Allah hanya diminta untuk beristirahat dan memusatkan seluruh energi fisik mereka pada rangkaian peribadatan yang padat.

"Setiap kali pihak dapur itu menyediakan atau memasak makanan, itu nanti ada sampel yang diserahkan ke kantor Daker untuk dites kualitas dan rasanya," ujar Ihsan mengurai prosedur operasional standar.

Pengecekan organoleptik oleh seksi konsumsi PPIH Arab Saudi ini merupakan garis pertahanan terakhir sebelum makanan didistribusikan secara massal.

Filter ketat ini menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi kesehatan pencernaan jemaah dari risiko keracunan atau makanan basi.

(shf)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online