Selular.ID – Google mengumumkan pembaruan fitur Autofill pada Google Chrome untuk Android dan iOS dengan menghadirkan dukungan data yang lebih kompleks serta integrasi yang lebih dalam dengan Google Wallet.
Pembaruan ini memungkinkan pengguna mengisi formulir online secara otomatis menggunakan data perjalanan, identitas pribadi, hingga informasi kendaraan yang tersimpan di akun Google mereka.
Pembaruan tersebut mulai digulirkan pada akhir Juni 2026 sebagai bagian dari upaya Google menyederhanakan pengalaman penggunaan web di perangkat mobile.
Melalui peningkatan ini, Chrome tidak lagi hanya mengisi data dasar seperti nama, alamat, atau kartu pembayaran, tetapi juga dapat mengenali dan mengisi berbagai informasi yang sebelumnya harus dimasukkan secara manual.
Google menyatakan bahwa peningkatan Autofill dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan formulir yang lebih kompleks, seperti proses check-in penerbangan, reservasi perjalanan, registrasi kendaraan, hingga layanan yang memerlukan verifikasi identitas.
Seluruh proses tetap berada di bawah kontrol pengguna dan hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan izin yang sesuai.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Salah satu perubahan utama adalah dukungan terhadap jenis data baru yang sebelumnya belum tersedia di Chrome versi mobile.
Kini pengguna Android dan iPhone dapat menyimpan serta mengisi otomatis informasi penerbangan, nomor pelat kendaraan, hingga Vehicle Identification Number (VIN) atau nomor identifikasi kendaraan yang umum digunakan dalam berbagai layanan otomotif dan administrasi kendaraan.
Fitur serupa sebelumnya telah lebih dahulu tersedia pada Chrome desktop dan kini diperluas ke platform mobile.
Google juga memperluas hubungan antara Chrome dan Google Wallet. Integrasi baru ini memungkinkan browser mengambil informasi yang tersimpan di Google Wallet untuk mengisi formulir secara otomatis.
Data yang dapat digunakan mencakup informasi paspor, surat izin mengemudi digital, kartu identitas tertentu, hingga Known Traveler Number (KTN), yaitu nomor identifikasi yang digunakan dalam sejumlah program perjalanan internasional.
Apabila pengguna memasukkan data identitas yang belum tersimpan di Google Wallet, Chrome akan menawarkan opsi untuk menyimpannya secara langsung ke layanan tersebut.
Dengan pendekatan ini, informasi yang sama dapat digunakan kembali di berbagai situs web tanpa perlu diketik ulang pada kesempatan berikutnya.
Google menegaskan bahwa data sensitif yang digunakan dalam Autofill akan dienkripsi dan hanya dapat disimpan atau digunakan setelah pengguna memberikan persetujuan.
Pengelolaan informasi tersebut dapat dilakukan melalui pengaturan Google Wallet maupun menu Autofill terbaru di Chrome.
Bersamaan dengan pembaruan tersebut, Google juga merombak struktur pengaturan Autofill di Chrome.
Pada Android, kategori lama “Passwords and Autofill” diganti menjadi “Autofill and Passwords” dengan pengelompokan yang lebih rinci.
Pengguna kini dapat mengelola informasi berdasarkan kategori seperti Google Password Manager, metode pembayaran, alamat, dokumen identitas, hingga data perjalanan dan kendaraan dalam satu tempat yang lebih terorganisasi.
Langkah ini mencerminkan strategi Google yang semakin menjadikan Google Wallet sebagai pusat penyimpanan identitas digital dan data pribadi pengguna.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google Wallet telah berkembang dari sekadar layanan pembayaran digital menjadi platform yang mendukung tiket perjalanan, kartu loyalitas, dokumen identitas, hingga berbagai kredensial digital lainnya.
Integrasi yang lebih erat dengan Chrome juga menunjukkan bagaimana Google berupaya mengurangi hambatan saat pengguna mengakses layanan berbasis web melalui perangkat mobile.
Pengisian formulir yang panjang dan berulang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengalaman penggunaan internet, terutama pada layar smartphone yang lebih kecil dibandingkan komputer.
Pembaruan Autofill ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap identitas digital dan layanan online yang memerlukan verifikasi data pengguna secara cepat.
Dengan kemampuan mengisi data perjalanan, kendaraan, serta dokumen identitas secara otomatis, Google berupaya menjadikan Chrome sebagai platform yang lebih praktis untuk berbagai aktivitas digital sehari-hari, mulai dari perjalanan hingga transaksi online.
Fitur baru tersebut mulai tersedia secara bertahap melalui pembaruan Chrome untuk Android dan iOS.
Google menyebut seluruh data yang digunakan tetap berada di bawah kendali pengguna, sementara pengaturan privasi dan keamanan dapat dikelola langsung melalui Chrome maupun Google Wallet sesuai preferensi masing-masing pengguna.
Baca Juga: Hacker Mulai Sasar Voucher Belanja, Diam-Diam Kuras Duit Ritel dan E-Wallet di Indonesia
.png)
















































