loading...
Mempertimbangkan keseluruhan lanskap sentimen yang terbentuk sepanjang pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pekan 11-13 Mei 2026 berpotensi mixed dan cenderung terbatas. Foto/Dok
JAKARTA - Mempertimbangkan keseluruhan lanskap sentimen yang terbentuk sepanjang pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pekan 11-13 Mei 2026 berpotensi mixed dan cenderung terbatas. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menerangkan, agenda rebalancing MSCI pada 12 Mei berpotensi memicu rotasi portofolio yang dapat menciptakan volatilitas jangka pendek pada saham- saham berkapitalisasi besar.
Sementara bayang-bayang kebijakan kenaikan royalti mineral yang ditargetkan berlaku Juni 2026 disertai wacana bea ekspor dan windfall tax diperkirakan akan terus menekan saham- saham sektor pertambangan dan energi secara struktural.
Dengan investor asing yang masih mencatatkan net sell dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang meyakinkan, penguatan indeks akan sangat bergantung pada kekuatan aliran dana domestik serta kemampuan saham-saham big caps di luar sektor minerba untuk mengimbangi tekanan yang ada menjadikan selektivitas sektor sebagai kunci utama navigasi portofolio di pekan mendatang.
Baca Juga: 10 Saham Paling Boncos dalam IHSG Sepekan 4-8 Mei 2026, Siapa Terparah?
"Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat, namun tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat," sarannya.
Sebelumnya dalam sepekan perdagangan dan trading saham 4-8 Mei 2026 lalu, IHSG mencatatkan penguatan tipis sebesar +0,18% dengan pergerakan yang cenderung sideways di tengah tarik-menarik sentimen positif dan tekanan regulasi. IHSG berhasil menguat selama tiga hari berturut-turut didorong oleh meredanya tensi geopolitik AS vs Iran serta rilis data PDB Indonesia yang tumbuh 5,61% yoy, melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat keyakinan terhadap ketahanan fundamental ekonomi domestik.
.png)















































