Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) sebagai platform infrastruktur fiber digital independen yang mengusung model akses terbuka (open access) di Indonesia.
Peluncuran yang diumumkan di Jakarta, Kamis (2/7/2026), menandai dimulainya operasional IFT dengan mandat memperluas konektivitas digital nasional melalui pengelolaan jaringan fiber berskala besar yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai penyedia layanan telekomunikasi dan digital.
IFT dibentuk melalui kemitraan strategis antara Indosat dan Arsari Group untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.
Sebagai platform independen, IFT akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber yang mencakup backbone nasional, kabel bawah laut domestik, serta jaringan akses yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Peluncuran IFT juga menandai rampungnya transaksi strategis yang dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025.
Dalam transaksi tersebut, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.
Setelah transaksi selesai, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9 persen saham di NFT, sehingga tetap mempertahankan kepemilikan strategis pada bisnis infrastruktur fiber tersebut.
Model bisnis yang diterapkan IFT mengedepankan konsep open access, yaitu jaringan fiber dapat dimanfaatkan oleh berbagai operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, penyedia layanan cloud, hingga perusahaan digital lainnya tanpa bergantung pada satu operator tertentu.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas kolaborasi wholesale sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.
Bagi Indosat, transaksi ini juga memberikan fleksibilitas finansial untuk memperkuat investasi pada bisnis inti perusahaan.
Indosat Group memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun dari transaksi tersebut yang akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan telekomunikasi, percepatan implementasi layanan 5G, serta pengembangan layanan digital yang mendukung pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, mengatakan pembangunan infrastruktur digital memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan.
Menurutnya, kehadiran IFT tidak hanya berorientasi pada pembangunan jaringan, tetapi juga memastikan masyarakat di berbagai daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan digital.
“Daya saing sebuah bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Para pemimpin yang kini mengemban amanah di IFT membawa tanggung jawab tersebut. Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan,” ujar Aryo.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pembentukan IFT merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi digital melalui infrastruktur yang lebih terbuka dan berkelanjutan.
“Tujuan utama kami untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut. Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Inilah bentuk teknologi bagi semuanya,” kata Vikram.
Keberadaan IFT juga diarahkan untuk menjawab tantangan pemerataan konektivitas di Indonesia.
Meski ekonomi digital nasional terus berkembang, sejumlah wilayah di luar pusat pertumbuhan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap jaringan berkapasitas tinggi.
Menurut perusahaan, komposisi jaringan IFT sekitar 45 persen berada di Pulau Jawa dan 55 persen tersebar di luar Jawa, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan kawasan Indonesia Timur.
Distribusi tersebut dinilai memberikan posisi strategis bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan ke daerah yang masih membutuhkan infrastruktur digital.
Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan hanya memperkuat jaringan di wilayah yang sudah berkembang, tetapi juga menghadirkan konektivitas bagi daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“IFT tidak dibangun hanya untuk melayani wilayah yang telah memiliki konektivitas memadai. Mandat kami jauh lebih besar dari itu. Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara,” ujar Hendry.
Ke depan, IFT memprioritaskan pembangunan infrastruktur fiber di wilayah yang masih minim layanan, memperluas kerja sama wholesale dengan operator telekomunikasi dan hyperscaler, serta meningkatkan kapabilitas operasional untuk memenuhi kebutuhan jaringan berkapasitas tinggi yang mendukung perkembangan AI di Indonesia.
Perusahaan juga menargetkan peningkatan ketahanan jaringan, efisiensi biaya operasional, serta penguatan ekosistem digital nasional melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri.
Dalam transaksi pembentukan platform ini, Citi bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi Indosat.
Melalui struktur kepemilikan dan tata kelola yang dirancang secara independen, IFT diharapkan mampu menarik investasi jangka panjang sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur fiber yang menjadi fondasi layanan digital generasi berikutnya di Indonesia.
Baca Juga: Indosat, Arsari, dan Northstar Bentuk Platform Fiber Optik Independen
.png)










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)


