Industri Diapers Tertekan Lonjakan Harga Bahan Baku, APKI Ingatkan Risiko Gangguan Pasokan

4 hours ago 5

loading...

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyoroti tekanan yang tengah dihadapi industri diapers nasional akibat lonjakan harga bahan baku. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyoroti tekanan yang tengah dihadapi industri diapers nasional akibat lonjakan harga bahan baku yang sangat fluktuatif serta ketidakpastian pasokan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas rantai pasok industri produk higienis dan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, pelaku industri melaporkan kenaikan harga bahan baku yang terjadi sangat cepat, bahkan berubah dalam hitungan jam. Pada saat yang sama, sebagian pemasok juga menghadapi kendala ketersediaan bahan baku, sehingga menambah tekanan terhadap proses produksi dan perencanaan bisnis.

Situasi tersebut turut dipengaruhi dinamika global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Dampaknya terasa langsung pada bahan baku berbasis petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang merupakan komponen penting dalam produksi diapers.

Dalam sejumlah kasus, kenaikan harga bahan baku dilaporkan mencapai 90 persen hingga 100 persen, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap struktur biaya industri. Secara keseluruhan, lonjakan biaya ini telah mendorong kenaikan harga produk di kisaran 20 persen hingga 30 persen, dan berpotensi terus meningkat seiring ketidakpastian pasokan serta volatilitas harga yang sangat tinggi.

APKI menilai kondisi ini tidak lagi dapat dipandang sebagai fluktuasi normal, melainkan memerlukan perhatian serius dan respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan.

"Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam," ujar Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, seperti dikutip Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Harga LPG Non Subsidi yang Naik per 18 April 2026

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online