Jakarta -
Ka'bah merupakan bangunan paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Bangunan berbentuk kotak dan diselimuti kain hitam megah atau kiswah ini juga menjadi kiblat bagi umat Islam.
Kiswah merupakan kain berwarna hitam, tapi di baliknya tersimpan proses yang panjang, penuh ketelitian, dan nilai spiritual yang tinggi. Kiswah bukan hanya sekadar penutup Ka'bah, melainkan simbol penghormatan, keagungan, dan cinta umat Islam kepada Allah Swt.
Kiswah dibuat dari benang dengan standar terbaik dan disulam menggunakan benang emas asli. Hal ini lah yang membuat kiswah mewah dan juga sakral.
Sejarah Kiswah Ka'bah
Berdasarkan buku The Power of Kabah karya Zainurrofieq Lc, tradisi menutup Ka'bah sebenarnya telah ada jauh sebelum Islam datang. Orang yang pertama kali memberikan kiswah adalah Nabi Ismail a.s.
Namun, ada pula yang mengatakan jika orang pertama yang memberikan kiswah adalah seorang penguasa dari Yaman, yakni As'ad Al-Humairi. Tradisi menutup Ka'bah dengan kiswah mulai disempurnakan setelah masa Nabi Muhammad saw.
Rasulullah saw. mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap Ka'bah. Tradisi ini juga dilanjutkan oleh para khalifah sesudah Nabi Muhamammad saw. wafat.
Pada masa awal Islam, kiswah masih menggunakan bahan kain yang sederhana. Namun, setelah peradaban Islam berkembang pada era dinasti Umayyah dan Abbasiyah, kiswah mulai menggunakan kain dengan kualitas yang terbaik.
Kain Sutra pun digunakan sebagai bahan untuk membuat kiswah. Selain itu, kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an mulai menghiasi permukaan Kiswah.
Sejak Dinasti Abbasiyah runtuh, kiswah dibuat di Mesir. Terlebih usai Raja Shalih Qalawun membuka tiga perkampungan baru khusus untuk pembuatan kiswah Ka'bah.
Pada era modern, pembuatan kiswah mulai dipusatkan di Makkah oleh Pemerintah Arab Saudi. Pengerjaan kiswah menggunakan pabrik khusus di Makkah mulai dikerjakan pada 1924 Masehi. Pada 1926 Masehi baru lah pabrik ini menghasilkan kiswah untuk pertama kalinya.
Kiswah terdiri dari lima potong, empat potong merupakan pembungkus sisi-sisi Ka'bah, dan satu potong sebagai penutup pintunya.
Awal Proses: Dari Benang Sutra Menjadi Kain
Kiswah dibuat menggunakan benang terbaik yang berasal dari sutra alami. Sutra mentah diproses dengan sangat hati-hati hingga menjadi benang halus.
Selanjutnya, benang halus ini ditenun menjadi kain berukuran besar dengan tekstur yang kuat, tapi tetap terasa lembut. Proses penenunan ini tak dapat dilakukan sembarangan.
Perlu ketelitian besar agar menghasilkan kain yang sempurna. Apalagi, kain ini akan digunakan untuk menutup Ka'bah, kiblat seluruh umat Muslim di dunia.
Kain yang selesai ditenun, kemudian dilakukan pewarnaan. Hitam menjadi warna yang dipilih untuk kiswah karena melambangkan keagungan, keteguhan, dan kesederhanaan.
Tak hanya sekali, proses pewarnaan ini dilakukan berulang kali agar warna hitam benar-benar meresap sempurna ke kain kiswah. Hal itu lah yang membuat kiswah berwarna hitam pekat dan tahan terhadap teriknya panas matahari dan perubahan cuaca ekstrem di Makkah.
Kaligrafi: Sentuhan Ayat Suci
Kiswah pun semakin tampak istimewa dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an. Tulisan ini berisi ayat suci Al-Qur'an, kalimat tauhid, dan Asmaul Husna. Penempatan kaligrafi ini ternyata memiliki posisi dan makna tersendiri.
Pada sepertiga bagian atas, dihiasi dengan sabuk kiswah yang berisi ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Ka'bah. Sementara pada sisi Multazam, terdapat ayat dari Q.S. Al-Baqarah ayat 125-128.
Pada sisi Hijr Ismail ada Q.S. Al Baqarah ayat 197-199. Dan pada sisi belakang pintu Ka'bah ada ayat Q.S. Al Hajj ayat 26-29.
Sedangkan pada sisi antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad adalah Q.S. Ali Imran ayat 95-97. Semua kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an ini dibuat menggunakan benang emas.
Penyulaman dengan Benang Emas
Ratusan pengerajin menyulam kaligrafi menggunakan benang emas dan perak asli. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, dibutuhkan waktu kira-kira 8,5 bulan.
Para seniman kaligrafi mengerjakan 47 potong kain untuk 2 buah kiswah. Satu untuk yang utama, dan satu lagi untuk cadangan.
Dalam proses pembuatan ini, dibutuhkan 999 gulung benang sutra sepanjang 1 km dengan berat keseluruhan 670 kg.
Perakitan hingga Menjadi Kiswah Utuh
Setelah semua bagian selesai dikerjakan, setiap potongan kain dijahit menjadi satu kesatuan. Kiswah memiliki tinggi mencapai sekitar 14 meter dan panjang yang mengelilingi seluruh Ka'bah.
(kpr)
Loading ...
.png)
1 day ago
11
















































