Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Gejolak Harga Minyak Berlanjut

3 hours ago 1

loading...

Seorang pria sedang mengisi bahan bakar mobilnya di sebuah pom bensin di Montreal pada Kamis, 5 Maret 2026. FOTO/AP

TEHERAN - Ketegangan di kawasan Teluk kembali memuncak setelah militer Iran secara mendadak mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026), hanya berselang kurang dari 24 jam setelah jalur tersebut dinyatakan terbuka. Langkah ini dilakukan Teheran sebagai respons atas tudingan terhadap Amerika Serikat yang dianggap melanggar kesepakatan terkait pencabutan blokade pelabuhan.

"Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat," demikian pernyataan resmi militer Iran disiarkan melalui televisi negara dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 10%

Penutupan kembali ini memicu kekhawatiran baru akan lonjakan harga energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang menopang sekitar 20% pasokan minyak dunia. Padahal, sehari sebelumnya, pasar global sempat bernapas lega setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan selat tersebut terbuka sepenuhnya bagi kapal komersial seiring gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Kabar pembukaan selat pada Jumat (17/4) sempat membuat harga minyak mentah kocar-kacir ke arah bawah. Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent sempat anjlok 9,07 persen ke posisi USD90,38 per barel, bahkan menyentuh titik terendah harian di USD86,09. Senada, West Texas Intermediate (WTI) juga dilaporkan CNBC terjun bebas hingga 11,1 persen ke level USD84,26 per barel.

Optimisme pasar sempat merembet ke bursa saham Eropa yang melonjak signifikan, di mana indeks DAX Jerman naik 2 persen dan CAC 40 Prancis menguat 1,7 persen. Namun, sentimen positif tersebut langsung meredup saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku penuh hingga ada kesepakatan nuklir yang menyeluruh.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online