Jelang Menjamu Dewa United, Marian Mihail Buka Suara soal Situasi Panas di PSBS: Tegaskan Masih Terikat Kontrak hingga 2027

9 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Marian Mihail akhirnya buka suara terkait situasi panas yang tengah membelit PSBS Biak. Pelatih asal Rumania itu memberikan pernyataan resmi saat konferensi pers jelang laga kontra Dewa United.

Duel antara PSBS versus Dewa United pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 bakal berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (8/5/2026) pukul 19.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Mihail memilih tidak membuka sesi tanya jawab dengan media. Dia menyampaikan secara langsung sejumlah poin penting mengenai posisinya di klub.

Selain itu, juru taktik berusia 67 tahun tersebut mengungkap kondisi internal tim hingga masa depan PSBS yang sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tegaskan Hormati Kontrak

Mihail mengatakan dirinya masih terikat kontrak resmi bersama PSBS hingga akhir musim 2027. Oleh karena itu, dia memastikan akan tetap menjalankan tugas secara profesional di tengah berbagai rumor yang berkembang.

"Saya memiliki kontrak yang sah dengan PSBS Biak hingga akhir musim 2027, dan saya sepenuhnya berniat untuk menghormati serta menjalankan kontrak tersebut secara profesional," ujar Marian Mihail, Kamis (7/5/2026).

Mantan pelatih PSS Sleman itu juga menepis berbagai spekulasi mengenai posisinya di klub. Menurut Mihail, kabar yang beredar tidak mencerminkan situasi sebenarnya.

"Saya datang ke klub ini pada saat terjadi penurunan performa dan hasil pertandingan, serta ketika struktur kepelatihan membutuhkan kehadiran pelatih berlisensi UEFA Pro guna memenuhi regulasi kompetisi yang berlaku," katanya.

"Sejak kedatangan saya, saya selalu menjalankan tanggung jawab saya dengan profesionalisme, keseriusan, dan komitmen terhadap klub serta tim," sambung Mihail.

Singgung Gangguan Internal

Lebih lanjut, Mihail menyinggung adanya gangguan internal yang dinilai berdampak besar terhadap performa tim di lapangan. Ia mengaku mewarisi skuad yang sudah dibentuk sebelum dirinya datang ke klub.

"Gangguan internal yang terus berlangsung, intervensi dari pihak luar, serta permasalahan disiplin yang belum terselesaikan telah secara signifikan memengaruhi lingkungan kerja dan pada akhirnya berdampak terhadap hasil kerja kami di lapangan," ucapnya.

Situasi PSBS memang sedang tidak ideal. Selain sudah dipastikan terdegradasi, klub asal Papua tersebut juga diterpa persoalan finansial berupa penunggakan gaji pemain selama empat bulan.

Bahkan sebelumnya Marian Mihail sempat mendapatkan penolakan dari sejumlah pemain untuk melatih tim. Dia juga tidak mendampingi PSBS saat menghadapi Malut United pada 28 April lalu.

Degradasi Bukan Akhir

Eks Direktur Teknik Timnas Rumanis itu menilai degradasi bukan akhir dari perjalanan sebuah klub. Dia mencontohkan PSS Sleman yang terdegradasi musim lalu dan berhasil promosi kembali musim depan.

"Degradasi harus dipahami sebagai momen untuk melakukan evaluasi, refleksi, dan restrukturisasi, baik di level teknis maupun manajerial, agar dapat menilai dengan tepat apa yang telah dilakukan dengan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki ke depannya," tuturnya.

"Di samping upaya aktif dari manajemen untuk menyelesaikan situasi ini, pada tanggal 17 April 2026, perwakilan dari PSSI secara terbuka menyampaikan bahwa terdapat mekanisme dan jaminan dalam kerangka kompetisi untuk melindungi kewajiban finansial yang masih tertunda terhadap pemain, pelatih, dan staf."

"Untuk alasan tersebut, saya tidak mendukung eskalasi masalah internal ke ranah publik, penolakan untuk bermain, aksi mogok, ataupun tindakan apa pun yang dapat merusak citra klub, Papua, maupun sepak bola Indonesia secara keseluruhan," imbuh Mihail.

Untuk pertandingan melawan Dewa United dan sisa laga musim ini, Mihail memastikan PSBS akan tetap menurunkan pemain-pemain yang menunjukkan komitmen dan profesionalisme tinggi demi masa depan klub.

Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online