Kemenhaj: Jangan Tergiur Tawaran Haji tanpa Visa Resmi

8 hours ago 4

KEMENTERIAN Haji dan Umrah mewanti-wanti masyarakat Indonesia tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji resmi. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa pelindungan jemaah dimulai dari kepatuhan terhadap aturan resmi, termasuk penggunaan visa haji.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menekankan, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memegang komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi. “Kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji. Selain melanggar aturan, praktik haji nonprosedural sangat berisiko terhadap keselamatan jemaah karena mereka berada di luar sistem pelindungan resmi,” tutur Ichsan di Mekah, Arab Saudi, Ahad, 10 Mei 2026, dikutip dari keterangan tertulis pada situs web Kementerian Haji.

Ichsan juga mengingatkan bahwa Kementerian Haji telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Badan Reserse Kriminal Polri. “Satgas ini dibentuk untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji,” ujar Ichsan.

Operasional ibadah haji pada 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah memasuki hari ke-20. Kementerian Haji menilai layanan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia secara umum berjalan lancar. Hingga Ahad, 10 Mei 2026, sebanyak 323 kelompok terbang atau kloter dengan total 125.243 anggota jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kloter dengan 78.946 anggota jemaah dan 816 petugas sudah tiba di Mekah setelah bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

Di sisi lain, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandar Udara King Abdulaziz International Airport (KAAIA) Jeddah masih berlangsung. Hingga saat ini tercatat 47 kloter dengan 17.861 anggota jemaah dan 189 petugas telah tiba. Selain itu, sebanyak 3.266 anggota jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online