INFO TEMPO - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peran aktif lembaga konservasi internasional dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya kawasan konservasi laut. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, saat menerima kunjungan Sebastian Troëng, Chief Executive Officer Conservation International, di kantor KKP, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama di bidang konservasi laut. Menteri Trenggono secara khusus meminta Conservation International turut berperan dalam menyosialisasikan pentingnya kawasan konservasi kepada masyarakat luas. Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada pemahaman dan partisipasi publik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Konservasi ini harus ada penjelasan, bagaimana pentingnya konservasi,” ujar Trenggono.
KKP sendiri menargetkan perluasan kawasan konservasi laut hingga mencapai 30 persen dari total wilayah perairan Indonesia atau sekitar 97,5 juta hektare pada tahun 2045. Untuk mendukung target tersebut, KKP mengedepankan pendekatan ekonomi biru melalui lima program utama, yang menempatkan keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan keberlanjutan ekosistem. Implementasi kebijakan ini diperkuat melalui kolaborasi multipihak, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Trenggono menyatakan optimisme bahwa dengan sinergi yang kuat, perlindungan ekosistem laut dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi generasi saat ini maupun mendatang.
Sementara itu, Sebastian Troëng menyambut baik ajakan tersebut dan menegaskan komitmen Conservation International dalam mendukung upaya Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam konservasi laut global, sehingga edukasi kepada masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
“Kesadaran publik adalah fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan laut. Kami siap bekerja sama untuk memperkuat pemahaman tersebut,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat upaya perlindungan laut Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan komitmen konservasi terbesar di dunia.
Seperti diketahui, Menteri Trenggono menempatkan kesehatan ekologi sebagai panglima pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Melalui penguatan implementasi kebijakan serta kolaborasi multipihak, KKP optimistis perlindungan ekosistem laut dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi generasi kini dan mendatang.(*)
.png)















































