Kredit BCA Tumbuh 5,6% Capai Rp994 Triliun di Kuartal I-2026

10 hours ago 12

loading...

BCA membukukan pertumbuhan kredit 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp994 triliun di kuartal I-2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk dan entitas anak membukukan pertumbuhan kredit 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp994 triliun di kuartal I-2026, didukung pendanaan murah dan permintaan kredit produktif. Kinerja positif ini terjaga di tengah dinamika ekonomi global berkat ekspansi prudent serta inovasi digital dan keberlanjutan.

"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang berlangsung sejak Februari lalu juga mendapat antusiasme tinggi nasabah. Kami optimistis menjaga kinerja solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan lini bisnis secara pruden,
kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: BCA Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan

Kredit produktif BCA menjadi tulang punggung pertumbuhan, tercatat Rp760,2 triliun atau naik 7,8% YoY. Sementara itu, penyaluran kredit berkelanjutan (ESG) tumbuh lebih cepat 10,0% YoY menjadi Rp258,4 triliun, setara 26,0% dari total portofolio pembiayaan. Pertumbuhan kredit UMKM juga mencatatkan kenaikan 12% YoY dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan peran aktif BCA dalam menggerakkan sektor riil nasional.

Kredit hijau (green financing) BCA mencapai Rp113 triliun, naik 7,7% YoY, didukung pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5% YoY. Seluruh penyaluran kredit tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, dengan rasio loan at risk (LAR) terjaga di 5,1% dan rasio non performing loan (NPL) 1,8%. Tingkat pencadangan LAR dan NPL pun solid, masing-masing 69,7% dan 174,6%.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY. Dana giro dan tabungan (CASA) tercatat Rp1.089 triliun atau naik 11,2% YoY, dengan porsi mencapai 85,2% dari total DPK. Kenaikan CASA sejalan dengan penguatan perbankan transaksi melalui kanal digital dan non-digital.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online