nPerf: Biznet dan CBN Pimpin Kinerja Internet Tetap Indonesia

13 hours ago 8

Selular.ID – nPerf menempatkan Biznet dan CBN sebagai penyedia layanan fixed internet atau internet saluran tetap dengan kinerja terbaik di Indonesia dalam Barometer nPerf periode Juli 2025 hingga Juni 2026.

Hasil pengukuran menunjukkan kedua operator berbagi posisi teratas dalam peringkat keseluruhan, meski masing-masing memiliki keunggulan pada indikator kualitas layanan yang berbeda, mencerminkan semakin ketatnya persaingan di pasar fixed broadband nasional.

Barometer tahunan nPerf disusun berdasarkan pengujian yang dilakukan pengguna melalui situs web dan aplikasi nPerf di perangkat Android maupun iOS.

Pengukuran mencakup sejumlah parameter utama kualitas layanan internet tetap, antara lain kecepatan unduh (download bitrate), kecepatan unggah (upload bitrate), latensi, pengalaman penjelajahan web (web browsing), serta kualitas streaming YouTube.

Dalam pemeringkatan tersebut, Biznet memperoleh skor keseluruhan 97.924 nPoints dan skor koneksi WiFi 95.835 nPoints, menjadikannya salah satu operator dengan performa terbaik di Indonesia.

Operator ini mencatat keunggulan pada beberapa indikator utama, yaitu kecepatan unggah rata-rata 92,3 Mbps, performa penjelajahan web sebesar 64,95 persen, serta kualitas streaming YouTube mencapai 79,64 persen.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Hasil tersebut menunjukkan kekuatan Biznet pada aktivitas internet yang membutuhkan kapasitas unggah tinggi, seperti konferensi video, pengiriman file berukuran besar, hingga produksi konten digital.

Kinerja penjelajahan web dan streaming video yang tinggi juga menjadi indikator pengalaman pengguna yang lebih stabil dalam penggunaan sehari-hari.

Di sisi lain, CBN berbagi posisi pertama dengan skor keseluruhan 96.666 nPoints.

Operator ini menjadi yang terbaik dalam aspek latensi, yaitu waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah dari perangkat pengguna ke server dan kembali lagi.

CBN mencatat latensi 18,86 milidetik (ms) pada pengujian keseluruhan dan 21,05 ms pada koneksi WiFi.

Latensi yang rendah menjadi faktor penting untuk aplikasi yang membutuhkan respons secara real-time, seperti panggilan video, layanan komputasi awan (cloud computing), maupun gim daring.

Dengan waktu respons yang lebih singkat, pengalaman pengguna menjadi lebih lancar, terutama pada layanan yang sensitif terhadap jeda koneksi.

Posisi ketiga ditempati MyRepublic dengan skor keseluruhan 90.715 nPoints.

Meski berada di bawah Biznet dan CBN dalam skor total, operator ini mencatat pencapaian tersendiri sebagai penyedia layanan dengan kecepatan unduh tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan pengukuran nPerf, MyRepublic menghasilkan rata-rata kecepatan unduh 102,5 Mbps, menjadikannya satu-satunya operator dalam survei yang berhasil melampaui ambang 100 Mbps.

Pencapaian tersebut menunjukkan kapasitas jaringan yang kuat untuk mendukung aktivitas seperti mengunduh file berukuran besar, streaming video resolusi tinggi, maupun penggunaan beberapa perangkat secara bersamaan di dalam rumah.

Sementara itu, IndiHome atau Telkom menempati posisi keempat dengan skor keseluruhan 80.088 nPoints dan skor WiFi 72.917 nPoints.

Sebagai operator fixed broadband dengan cakupan jaringan terluas di Indonesia, IndiHome mencatat kecepatan unduh rata-rata 55,5 Mbps dan kecepatan unggah 43,2 Mbps selama periode pengukuran.

Meskipun belum menyamai performa operator yang berada di posisi tiga besar dalam indikator kecepatan, hasil tersebut menunjukkan bahwa IndiHome masih mempertahankan layanan dengan jangkauan nasional yang luas, termasuk di berbagai wilayah yang belum dijangkau oleh penyedia layanan fiber lainnya.

Peringkat kelima ditempati IconNet dengan skor keseluruhan 70.743 nPoints dan skor WiFi 63.133 nPoints. Sebagai layanan internet tetap yang dikembangkan oleh PLN, IconNet masih berada dalam fase ekspansi jaringan.

Dalam pengukuran nPerf, operator ini mencatat latensi 33,41 ms, tertinggi dibandingkan operator lain yang diuji, serta kecepatan unduh rata-rata 36,9 Mbps. Nilai kualitas streaming YouTube yang diperoleh mencapai 70,99 persen.

Laporan nPerf menunjukkan bahwa pasar internet saluran tetap di Indonesia semakin terdiferensiasi.

Jika sebelumnya persaingan lebih banyak berfokus pada kecepatan unduh, kini setiap operator mulai memiliki keunggulan spesifik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Pengguna yang mengutamakan kecepatan unggah dan pengalaman streaming memiliki pilihan berbeda dibandingkan pengguna yang membutuhkan latensi rendah untuk bermain gim daring atau bekerja melalui layanan berbasis cloud.

Sementara itu, pelanggan yang lebih sering mengunduh konten berukuran besar dapat mempertimbangkan operator dengan performa unduh tertinggi.

Perbedaan karakteristik tersebut juga mencerminkan strategi investasi masing-masing penyedia layanan dalam membangun infrastruktur jaringan.

Sebagian operator berfokus meningkatkan kapasitas bandwidth, sementara lainnya mengoptimalkan kualitas koneksi melalui penurunan latensi atau peningkatan stabilitas jaringan.

Barometer nPerf periode Juli 2025 hingga Juni 2026 memperlihatkan bahwa kompetisi di sektor fixed broadband Indonesia tidak lagi ditentukan oleh satu indikator semata.

Hasil pengukuran menunjukkan setiap operator memiliki kekuatan pada aspek yang berbeda, sehingga konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan internet di rumah maupun untuk aktivitas digital yang semakin beragam.

baca Juga: Uji Nperf Nyatakan Smartfren Unggul dalam Penyediaan Mobile Internet

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online