Perseteruan DJI dan Insta360 Makin Memuncak, Tak Cuma Persaingan Dagang

13 hours ago 7

Selular.ID – Persaingan DJI Technology dan Arashi Vision, perusahaan di balik kamera Insta360, kini berlanjut ke pengadilan.

Dua perusahaan teknologi asal China yang sama-sama berbasis di Shenzhen itu bersengketa soal paten kamera pintar dan drone.

Mengutip Yicai Global dikutip, Senin (6/7/2026), perkara antara DJI dan Arashi Vision dijadwalkan mulai disidangkan bulan depan di China daratan.

Kedua perusahaan sebelumnya sempat saling menggugat di Amerika Serikat pada Juni, tetapi sama-sama mencabut gugatan sebelum akhir bulan.

Baca juga:

DJI lebih dulu mengajukan gugatan di sejumlah pengadilan China.

Perusahaan yang dikenal sebagai raksasa drone itu menuduh Arashi Vision melanggar paten terkait seri Luna, kamera gimbal genggam milik DJI.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Gimbal adalah penyangga kamera yang membantu gambar tetap stabil saat perangkat bergerak.

Perangkat ini banyak dipakai untuk membuat video agar tidak mudah goyang.

Salah satu perkara yang diterima Pengadilan Menengah Rakyat Shenzhen, Provinsi Guangdong, dijadwalkan disidangkan pada 3 Agustus.

Informasi itu disampaikan seorang sumber yang mengetahui perkara tersebut kepada Yicai Global.

Dalam gugatan itu, DJI meminta pengadilan memerintahkan Arashi Vision segera menghentikan seluruh aktivitas yang diduga melanggar paten.

Aktivitas tersebut mencakup produksi dan penjualan produk yang dipersoalkan.

DJI juga meminta ganti rugi atas kerugian ekonomi dan biaya hukum yang dikeluarkan untuk mempertahankan hak patennya.

Arashi Vision tidak tinggal diam. Perusahaan yang dikenal lewat kamera Insta360 itu mengajukan enam gugatan balik terhadap DJI di beberapa pengadilan, termasuk di Shenzhen dan Ningbo.

Gugatan balik Arashi Vision menyangkut sejumlah paten. Di antaranya teknologi gambar panoramik, penyuntingan, teknik pengambilan gambar bullet-time, sistem pengendali panas kamera, modul tambahan kamera, dan teknologi penyangga gimbal.

Bullet-time adalah teknik pengambilan gambar yang membuat objek terlihat seperti membeku atau bergerak lambat, sementara kamera seolah berputar di sekelilingnya.

Teknik seperti ini populer dalam kamera aksi dan konten video kreatif.

Sengketa Awal

Sengketa ini tidak muncul tiba-tiba. DJI dan Arashi Vision sama-sama agresif masuk ke pasar utama lawannya.

Pada Juli tahun lalu, DJI meluncurkan kamera panoramik pertamanya, Osmo 360.

Langkah itu membawa DJI masuk lebih dalam ke wilayah yang selama ini kuat digarap Arashi Vision lewat Insta360.

Sebaliknya, Arashi Vision mulai masuk ke bisnis drone. Perusahaan itu menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan merek drone Antigravity.

Pada akhir tahun, Antigravity merilis Antigravity A1, yang disebut sebagai drone panoramik pertama di dunia.

Pada Maret, DJI mengajukan gugatan paten pertama terhadap Arashi Vision. Gugatan itu melibatkan enam paten terkait drone.

Lalu, pada pertengahan Juni, kedua perusahaan saling mengajukan gugatan pelanggaran paten di Amerika Serikat. Namun, perkara itu dicabut pada akhir bulan.

Seorang sumber yang dekat dengan DJI mengatakan kepada Yicai Global, pencabutan gugatan di Amerika Serikat berkaitan dengan strategi bisnis global perusahaan.

Keputusan itu juga disebut sebagai upaya mengatur tenaga dan biaya untuk menangani perkara hukum secara lebih efisien.

Menurut sumber tersebut, keputusan itu tidak berarti DJI melonggarkan sikap dalam melindungi hak patennya.

Perselisihan ini penting karena DJI dan Arashi Vision bukan pemain kecil.

Di pasar kamera pintar genggam, keduanya merupakan dua produsen terbesar dunia berdasarkan volume pengiriman.

Data International Data Corporation atau IDC menunjukkan DJI mengirimkan 10,4 juta unit pada tahun lalu.

Angka itu membuat DJI menguasai 62 persen pangsa pasar.

Arashi Vision berada di posisi kedua dengan pengiriman 3,4 juta unit. Pangsa pasarnya mencapai 20 persen.

Dengan posisi pasar sebesar itu, sengketa paten DJI dan Arashi Vision menjadi penting bagi arah persaingan kamera pintar dan drone.

Perkara ini menunjukkan satu hal. Di pasar kamera pintar dan drone, inovasi kini berjalan berdampingan dengan pertarungan paten.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online