Punya pohon rambutan di rumah? Hati-hati bisa merusak bangunan. Ini dia daftar tanaman yang bisa merusak fondasi rumah Bunda.
Memiliki pohon rambutan di pekarangan rumah memang menggiurkan. Selain bisa menikmati buahnya yang manis dan segar, keberadaan pohon ini juga menambah kesejukan.
Hanya saja, tidak banyak yang menyadari bahwa pohon rambutan dapat memberikan dampak buruk bagi struktur rumah jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan. Pertanyaannya, benarkah pohon rambutan bisa merusak fondasi rumah?
Pohonnya yang besar dan lebat apakah bisa merusak fondasi dalam jangka panjang? Tentu jika iya maka bisa berbahaya untuk Bunda dan keluarga.
Apalagi jika melihat pohon rambutan lebat di pekarangan rumah nenek. Mungkin Bunda perlu memperingatkannya agar tidak terjadi hal yang merugikan.
Mari pahami pohon rambutan yang merusak bangunan hingga tanaman lain yang berpotensi mengganggu fondasi rumah.
Pohon rambutan merusak bangunan rumah
Secara ilmiah, pohon rambutan memiliki sistem perakaran serabut yang berfungsi menyerap air dan mineral dari dalam tanah. Akar-akar ini bisa tumbuh dengan agresif dan menyelinap ke dalam celah-celah tanah di sekitar fondasi rumah.
Jika dibiarkan tanpa pengawasan, akar yang terus berkembang dapat menimbulkan sejumlah masalah seperti retakan pada dinding, ketidakstabilan fondasi, hingga merusak saluran air di sekitar rumah.
Selain pohon rambutan, ada beberapa jenis tanaman lain yang memiliki sistem akar yang agresif dan dapat membahayakan struktur bangunan. Jika tidak ditanam dengan hati-hati, tanaman seperti pohon rambutan bisa menyebabkan pergeseran tanah, merusak fondasi, bahkan mengganggu sistem perpipaan di rumah.
Pohon lain yang berpotensi merusak fondasi rumah
Berikut pohon lain yang bisa berpotensi merusak fondasi rumah Bunda.
1. Poplar
Poplar dikenal sebagai pohon yang memiliki sistem akar yang sangat luas. Akar poplar bisa tumbuh hingga dua hingga tiga kali lebih besar dari tinggi pohonnya.
Sifat akar yang agresif ini sering kali membuatnya menembus celah-celah fondasi rumah sehingga menyebabkan pergeseran tanah dan retakan pada bangunan.
Mengutip Real Simple, pohon poplar dan willow, khususnya, dikenal karena sistem akarnya yang agresif yang menyusup bahkan ke celah fondasi terkecil untuk mencari air.
2. Willow
Pohon willow memiliki akar yang tumbuh cepat dan cenderung mencari sumber air. Jika ditanam terlalu dekat dengan rumah, akar willow bisa merusak fondasi serta menimbulkan masalah pada saluran air bawah tanah. Tanaman ini lebih cocok ditanam jauh dari bangunan untuk mencegah kerusakan.
3. Oak
Meskipun memiliki akar yang lebih dalam dibandingkan willow, pohon oak tetap dapat menimbulkan masalah bagi struktur rumah. Ukurannya yang besar dan sistem akar yang luas dapat menyebabkan pergeseran tanah serta meningkatkan risiko jatuhnya cabang besar yang bisa merusak atap dan dinding rumah.
4. Ash
Pohon ash memiliki akar yang berserat dan menyebar dengan luas. Saat mencari sumber air, akar ash bisa memberikan tekanan pada fondasi rumah, memperburuk retakan yang sudah ada. Kemudian menyebabkan ketidakstabilan struktur bangunan jika dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan.
"Pohon ek umumnya memiliki sistem akar yang lebih dalam, tetapi ukurannya yang besar dan kayunya yang padat berarti cabang pohon yang tumbang dapat menyebabkan kerusakan parah," kata Steve Schumacher, pemilik Boston Landscape Co.
5. Maple
Jenis maple tertentu seperti silver maple memiliki akar yang tumbuh dangkal namun sangat kuat. Akar ini mampu merusak trotoar, pipa air, dan fondasi rumah.
Untuk itu, jika ingin menanam maple, sebaiknya beri jarak yang cukup jauh dari bangunan agar tidak menimbulkan kerusakan.
Menanam pohon memang memberikan banyak manfaat, namun penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar, termasuk struktur rumah Bunda. Jadi, apa Bunda masih punya pohon rambutan di pekarangan rumah?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)