Selular.ID – Privy menilai maraknya penipuan penjualan tiket konser di Indonesia menunjukkan perlunya penerapan infrastruktur identitas digital yang lebih kuat pada ekosistem ticketing.
Pernyataan ini disampaikan perusahaan pada 3 Juli 2026 sebagai respons atas meningkatnya kasus penjualan tiket ilegal melalui pihak ketiga yang menyebabkan kerugian finansial bagi konsumen, termasuk pada penjualan tiket konser BTS World Tour ARIRANG di Jakarta.
Kasus tersebut kembali menyoroti praktik pembelian tiket dalam jumlah besar oleh calo yang kemudian menjual kembali tiket dengan harga lebih tinggi melalui kanal tidak resmi.
Sejumlah pembeli dilaporkan mengalami kerugian mulai dari Rp2,5 juta hingga puluhan juta rupiah setelah menerima tiket yang tidak valid, dijual kepada lebih dari satu orang, atau karena penjual menghilang setelah pembayaran dilakukan.
Marshall Pribadi, Founder dan CEO Privy, mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tindak kriminal, tetapi juga memperlihatkan masih terbatasnya mekanisme verifikasi identitas digital dalam proses pembelian tiket secara daring.
Menurut Marshall, sebagian besar platform penjualan tiket resmi memang telah meminta pembeli memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor KTP saat melakukan transaksi.
Namun, proses tersebut masih bergantung pada input manual sehingga belum dapat memastikan bahwa orang yang melakukan pembelian benar-benar pemilik identitas yang digunakan.
“Input nomor KTP secara manual tidak memverifikasi bahwa orang yang menginput adalah benar-benar pemilik identitas tersebut. Akibatnya, masih ada peluang bagi oknum untuk membeli tiket menggunakan identitas milik orang lain sebagai tahap awal praktik penipuan,” ujar Marshall Pribadi.
Ia menjelaskan, penerapan identitas digital yang telah diverifikasi dapat memperkuat proses autentikasi pengguna sejak tahap pembelian.
Dalam skema tersebut, satu identitas digital hanya dapat digunakan oleh pemilik identitas yang telah melalui proses verifikasi, sehingga peluang pembelian massal menggunakan data orang lain dapat ditekan.
Marshall menambahkan bahwa manfaat identitas digital tidak hanya terbatas pada pencegahan praktik percaloan.
Integrasi tersebut juga memungkinkan penyelenggara acara menerapkan berbagai kebijakan yang lebih presisi, seperti pembatasan usia peserta, verifikasi domisili, maupun pengaturan distribusi tiket berdasarkan kriteria tertentu.
Menurutnya, mekanisme tersebut berpotensi menciptakan sistem ticketing yang lebih aman, transparan, dan akuntabel bagi seluruh pihak yang terlibat, baik penyelenggara acara maupun pembeli tiket.
Sejumlah negara telah mulai mengembangkan pendekatan serupa.
Di Korea Selatan, platform penjualan tiket InterparkTriple bekerja sama dengan agensi hiburan seperti HYBE dan perusahaan teknologi finansial Toss untuk mengembangkan sistem verifikasi biometrik wajah.
Teknologi tersebut diterapkan sejak tahap pembelian tiket agar setiap transaksi benar-benar terhubung dengan identitas pemiliknya, bukan hanya saat pemeriksaan di pintu masuk venue.
Sementara itu, Singapura juga tengah mengeksplorasi integrasi platform Ticketmaster dengan Singpass, sistem identitas digital nasional yang digunakan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan publik dan digital.
Hingga saat ini, model serupa belum diterapkan pada ekosistem penjualan tiket di Indonesia.
Privy menyatakan telah memiliki infrastruktur identitas digital yang dapat diintegrasikan ke dalam layanan ticketing melalui fitur Digital ID.
Solusi tersebut terdiri dari dua layanan utama, yakni PrivyHub dan Login with Privy.
PrivyHub berfungsi sebagai portal layanan terverifikasi yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai merchant dari satu aplikasi.
Sementara itu, Login with Privy memungkinkan pengguna masuk atau mendaftar ke aplikasi maupun situs mitra menggunakan identitas digital yang telah diverifikasi, dengan tetap memerlukan persetujuan dari pengguna.
Marshall Pribadi, Founder dan CEO PrivyDalam konteks penjualan tiket, Marshall menjelaskan bahwa kedua layanan tersebut memungkinkan setiap transaksi dikaitkan dengan identitas yang telah melalui proses verifikasi, termasuk melalui teknologi biometrik apabila dibutuhkan.
Pendekatan tersebut dinilai dapat meminimalkan pemalsuan identitas serta mengurangi peluang pembelian tiket secara massal menggunakan data milik orang lain.
Privy menyebut penerapan Digital ID telah digunakan oleh sejumlah perusahaan dari berbagai sektor.
Platform investasi emas digital Treasury, misalnya, mencatat sekitar 16.000 pengguna telah melakukan verifikasi melalui layanan Login with Privy.
Selain itu, media Kompas dan Tempo, platform pendidikan Belajarlagi, serta platform visa digital SPUN juga memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat proses registrasi pengguna yang telah terverifikasi.
Perusahaan menilai pengalaman implementasi di berbagai sektor tersebut dapat menjadi dasar bagi industri ticketing untuk membangun sistem distribusi tiket yang lebih aman sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap transaksi digital.
Selain menyediakan layanan identitas digital, Privy juga menyoroti aspek perlindungan transaksi elektronik.
Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), perusahaan menyatakan memberikan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar apabila terbukti terjadi kerugian akibat penyalahgunaan identitas pada sertifikat elektronik yang diterbitkannya.
Marshall mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Privy memperkuat kepercayaan terhadap identitas digital dalam berbagai layanan, termasuk apabila nantinya diterapkan pada ekosistem ticketing di Indonesia.
Menurutnya, integrasi identitas digital yang terverifikasi dapat menjadi salah satu fondasi untuk mengurangi praktik penipuan sekaligus meningkatkan keamanan transaksi pada industri penjualan tiket secara daring.
Baca Juga: Privy dan Komdigi Dorong Verifikasi Dokumen Digital
.png)









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)

