loading...
Serangan rudal Tomahawk AS menewaskan 175 orang di SD Shajareh Tayyebeh, Minab, Iran, pada hari pertama agresi. Namun, militer AS masih mengelak untuk mengaku bertanggung jawab. Foto/Mehr News
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) sekali lagi mengelak untuk mengakui tanggung jawab atas serangan rudal terhadap Sekolah Dasar (SD) Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran, yang menewaskan 175 orang. Pentagon tetap dengan sikapnya yang bertele-tele meskipun mendapat tekanan dari para anggota Parlemen.
SD Shajareh Tayyebeh—sekolah putri—di Iran selatan dihantam rudal pada 28 Februari, hari pertama kampanye pemboman AS-Israel terhadap Republik Islam. Menurut pejabat Iran, 175 orang tewas, sebagian besar anak-anak perempuan.
Baca Juga: AS Diduga Serang SD Minab Iran yang Tewaskan 175 Orang, tapi Trump Salahkan Teheran
Para pejabat AS awalnya memberikan penjelasan yang saling bertentangan, bahkan Presiden Donald Trump menyatakan serangan itu dilakukan oleh Iran sendiri. Investigasi oleh media AS dan analis kemudian menyimpulkan bahwa sekolah tersebut kemungkinan besar terkena rudal Tomahawk buatan AS.
Sebuah penyelidikan internal militer AS menemukan bahwa pasukan AS kemungkinan menggunakan "data penargetan yang sudah usang" yang salah mengidentifikasi sekolah tersebut sebagai bagian dari pangkalan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran di dekatnya. Pentagon kemudian meningkatkan penyelidikan tersebut tetapi sejak itu hanya mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Pada sidang Komite Angkatan Bersenjata Parlemen pada hari Selasa, para anggota Parlemen mendesak Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper untuk mengakui tanggung jawab AS dan mengungkapkan temuan awal.
“Sudah sekitar 80 hari sejak kampanye pengeboman awal yang menghantam sekolah perempuan itu. Sudah cukup jelas apa yang terjadi di sana,” kata anggota Parlemen Adam Smith dari Partai Demokrat.
.png)

















































