Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis

10 hours ago 13

loading...

Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) hingga menjebol ambang batas Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) kini memantik keresahan yang serius di kalangan pelaku bisnis. Foto/Dok

JAKARTA - Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga menjebol ambang batas Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) kini memantik keresahan yang serius di kalangan pelaku bisnis. Merespons pelemahan rupiah ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani menekankan situasi tersebut layaknya external shock (guncangan eksternal).

Terangnya, pelemahan kurs rupiah semakin membebani struktur ongkos produksi, kelancaran arus kas korporasi, sampai dengan keberanian pengusaha dalam mengambil keputusan ekspansi. Dalam pandangan Shinta, anjloknya performa mata uang Garuda ini secara otomatis mengerek beban biaya impor, terlebih mengingat tulang punggung industri nasional sejatinya masih sangat bersandar pada pasokan bahan baku dari negara lain.

Untuk saat ini saja, kurang lebih 70% bahan baku untuk sektor manufaktur masih harus didatangkan dari luar negeri, di mana komponen bahan baku tersebut menyumbang porsi krusial hingga 55% di dalam postur biaya produksi perusahaan.

Baca Juga: Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS, BI Buka Suara

“Dengan demikian, setiap depresiasi rupiah akan langsung tercermin dalam peningkatan biaya input dalam rupiah,” ujar Shinta dalam keterangannya dikutip Rabu (13/5/2026).

Lebih jauh ia memaparkan, sektor-sektor usaha yang paling rentan terpukul oleh rentetan tekanan ini merupakan kelompok industri yang tingkat ketergantungan impornya teramat tinggi, sebut saja industri petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, sampai dengan sektor manufaktur yang digerakkan oleh sumber energi.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online