Sebelum Buka Selat Hormuz, Iran Tuntut Jaminan AS dan Israel Tak Luncurkan Perang Lagi

10 hours ago 9

loading...

Iran tuntut jaminan kredibel AS dan Israel tak luncurkan perang lagi di masa depan sebelum Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Foto/X @Iran_GOV

NEW YORK - Iran menuntut jaminan kredibel bahwa serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel tak terjadi lagi di masa depan. Ini jadi tuntutan utama sebelum Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Itu disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani dalam pidatonya di sesi Dewan Keamanan PBB pada hari Senin waktu New York. Dalam sesi yang diprakarsai oleh Bahrain tersebut, puluhan negara mengecam Iran karena mengendalikan Selat Hormuz yang sangat penting.

Baca Juga: AS Bahas Proposal Terbaru Iran untuk Akhiri Perang

“Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang tahan lama dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel tentang tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah,” kata Iravani.

Setelah itu, berbicara kepada wartawan, Iravani mengeluh bahwa banyak negara hanya mengkritik Iran dan bukan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

“Amerika Serikat bertindak seperti bajak laut dan teroris, menargetkan kapal-kapal komersial melalui paksaan dan intimidasi, meneror awak kapal, secara ilegal merebut kapal dan menyandera anggota awak kapal,” kata Iravani.

“Namun, tidak seorang pun dari mereka yang telah menyatakan keprihatinan mereka terhadap navigasi internasional berani menyebutkan atau mengutuk tindakan teroris ini dalam pertemuan hari ini," paparnya, seperti dikutip AFP, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan tim keamanan nasional Gedung Putih sedang membahas proposal terbaru Iran tentang penyelesaian perang. Teheran mengajukan proposal tersebut ketika negosiasi menemui jalan buntu dan berdampak pada krisis energi global.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online