Trump Habis Kesabaran, tapi Militer Iran Janji Lawan AS hingga Tetes Darah Terakhir

8 hours ago 7

loading...

Presiden AS Donald Trump (kiri) klaim sudah habis kesabaran terhadap Iran. Sedangkan militer Iran janji membela negara dari agresi AS hingga tetes darah terakhir. Foto/CCTV

BEIJING - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesabarannya terhadap Iran sudah habis. Dia juga mengeklaim telah sepakat dengan Presiden China Xi Jinping bahwa Teheran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir dan harus membuka kembali Selat Hormuz.

Dengan kesepakatan resmi dari KTT AS-China yang belum dirilis, komentar Trump tidak memberikan indikasi apakah Beijing, pembeli utama minyak Iran, mungkin akan menggunakan pengaruhnya terhadap Teheran untuk mengakhiri konflik yang menurutnya seharusnya tidak pernah dimulai.

Baca Juga: Eks Perwira AS Membelot ke Iran, FBI Tawarkan Hadiah Rp3,5 Miliar untuk Memburunya

"Kami telah menyelesaikan banyak masalah berbeda yang tidak dapat diselesaikan oleh orang lain," kata Trump pada hari Jumat (15/5/2026) setelah dia bertemu Xi di Beijing pada hari kedua pembicaraan yang mencakup perang Iran, Taiwan, perdagangan, dan masalah lainnya.

Xi tidak berkomentar tentang diskusinya dengan Trump tentang Iran, meskipun Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan blakblakan yang menguraikan frustrasi Beijing terhadap perang Iran.

"Konflik ini, yang seharusnya tidak pernah terjadi, tidak punya alasan untuk berlanjut," kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Iran secara efektif menutup selat tersebut untuk sebagian besar lalu lintas pengiriman sebagai tanggapan terhadap serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari. Tindakan Iran ini telah menyebabkan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi global.

"Kami Ingin Selat Hormuz Dibuka"

AS menghentikan serangannya terhadap Iran bulan lalu tetapi memulai blokade terhadap pelabuhan negara Islam tersebut. Teheran mengatakan tidak akan membuka blokade Selat Hormuz tersebut sampai AS mengakhiri blokadenya. Trump telah mengancam akan menyerang Iran lagi jika tidak menyetujui kesepakatan.

"Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir, kami ingin selat dibuka," kata Trump di Beijing.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat bahwa Teheran telah menerima pesan dari AS yang menunjukkan bahwa Washington bersedia untuk melanjutkan pembicaraan dan keterlibatan. Dia tidak segera menjelaskan lebih lanjut tentang masalah ini.

Iran, yang membantah berniat membangun senjata nuklir, menolak untuk mengakhiri program nuklirnya atau melepaskan persediaan uranium yang diperkaya yang disembunyikannya, yang membuat Trump frustrasi.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online