loading...
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Angkasa Pura Indonesia memulai penyusunan desain pembangunan moda transportasi water taxi di Bali. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Angkasa Pura Indonesia memulai penyusunan desain pembangunan moda transportasi water taxi di Bali. Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan yang kerap terjadi di pulau Dewata tersebut.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam merespons kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata unggulan.
"Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali
Sebagai bagian dari penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) yang menunjukkan bahwa proyek ini memiliki potensi untuk dilanjutkan. Kajian dilakukan secara komprehensif mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga sosial dan lingkungan. Hasilnya juga mengidentifikasi lintasan Sekeh – Canggu (Berawa) sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan.
Secara operasional, inovasi ini diyakini mampu memberikan efisiensi signifikan. Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu berkisar antara 1 hingga 2 jam. Dengan kehadiran water taxi, waktu tempuh tersebut diproyeksikan dapat dipangkas menjadi maksimal 30 menit, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.
.png)

















































