KEMENTERIAN Haji dan Umrah melaporkan jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi bertambah menjadi 20 orang pada Sabtu, 9 Mei 2026.
“Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat terpenuhi sesuai prosedur,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Memasuki hari ke-19 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah ini, Kemenhaj mencatat 170 jemaah telah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan.
Ichsan mengatakan Kemenhaj terus mengingatkan jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, di tengah kondisi cuaca di Madinah dan Makkah yang mencapai 38-42 derajat Celcius.
“Kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan,” kata dia.
Secara umum, proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah dilaporkan berjalan lancar. Hingga 8 Mei 2026, sebanyak 303 kelompok terbang (kloter) dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia.
Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga berlangsung bertahap. Sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
Di samping itu, sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas yang tergabung dalam pemberangkatan gelombang kedua juga telah tiba Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah.
Ichsan mengatakan penguatan layanan dilakukan terus dilakukan untuk memastikan jemaah dapat fokus beribadah. “Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif,” tuturnya.
Dari sisi akomodasi, PPIH Daerah Kerja Madinah mencatat telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang menempati 94 hotel. Sementara PPIH Daerah Kerja Makkah melayani 165 kloter dengan total 63.822 jemaah yang tersebar di 180 hotel.
Pada layanan konsumsi, Ichsan melanjutkan, sebanyak 2.782.118 box makanan telah didistribusikan kepada jemaah Indonesia, terdiri dari 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah. Sementara itu, layanan Bus Shalawat di Makkah telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 trip untuk melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram.
.png)













































