loading...
PM Israel Benjamin Netanyahu deklarasikan Tepi Barat sebagai wilayah Israel. Foto/X
GAZA - Israel akan terus membangun permukiman ilegal di Tepi Barat sebagai persiapan menghadapi gelombang besar imigrasi Yahudi, demikian pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Perluasan permukiman terbaru Israel ini memicu kecaman dari negara-negara tetangga Arab maupun mitra-mitra Baratnya.
"Hari ini, banyak saudara-saudari kita di seluruh dunia yang memahami: Ini adalah tanah kita dan akan tetap menjadi milik kita," ujar Netanyahu di Yerusalem pada hari Selasa. "Dan saat saya mengatakan tanah kita, pintu terbuka bagi setiap pria dan wanita Yahudi. Kami menantikan kedatangan Anda. Kami sedang mempersiapkan pintu bagi Aliyah besar-besaran (imigrasi Yahudi ke Israel)."
Belum jelas apakah "Aliyah besar-besaran" yang diprediksi Netanyahu itu benar-benar akan terjadi. Jumlah warga Israel yang beremigrasi terus meningkat sejak serangan Hamas pada tahun 2023 dan perang di Gaza yang menyusul kemudian. Menurut laporan majalah *972*, lebih dari 150.000 warga Israel meninggalkan negara itu dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.
Perdana Menteri Israel tersebut berbicara dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Dewan Regional Binyamin, badan yang mengelola 47 permukiman Yahudi di Tepi Barat. Seluruh permukiman ini—yang terletak di luar perbatasan Israel tahun 1967—dianggap ilegal oleh PBB, dan tindakan Israel memindahkan penduduk ke wilayah tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa oleh Mahkamah Pidana Internasional.
Meskipun negara Israel terkadang memberikan izin awal untuk pembangunan permukiman, permukiman tersebut biasanya bermula sebagai pos-pos terdepan di tanah Palestina, hingga akhirnya disahkan secara retroaktif oleh pemerintah Israel. Dalam pidatonya pada hari Selasa, Netanyahu membanggakan bahwa pemerintahnya telah mendirikan dan melegalkan "104 permukiman serta 160 pertanian, dan kami terus melakukan lebih banyak lagi."
"Itu tidak mudah, tidak pernah mudah," lanjutnya. "Tanah Israel diperoleh melalui penderitaan. Terkadang juga melalui senyuman, terkadang juga melalui perdebatan, namun tanah ini sedang kita dapatkan. Kita tidak akan menyerah; kita memiliki visi, ini adalah tanah kita, dan akan tetap menjadi milik kita."
Pekan lalu, Israel membuka tender untuk pembangunan lebih dari 1.200 unit rumah dalam proyek permukiman E1, yang terletak di sebelah timur Yerusalem. Proyek yang dinamai berdasarkan penandaannya dalam peta perencanaan Israel ini akan mencakup lebih dari 3.400 unit rumah dan telah mendapat lampu hijau dari pemerintah Netanyahu tahun lalu.
.png)


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)














