loading...
Pulau Abu Musa di Iran jadi target 2.400 bom dan rudal AS serta Israel. Foto/X/@tammytabby
TEHERAN - Musuh melepaskan lebih dari 2.100 bom dan hampir 300 rudal permukaan-ke-permukaan terhadap pulau strategis Abu Musa milik Iran selama perang agresi baru-baru ini. Tapi, para pejuang Iran mempertahankan posisi mereka dengan tekad.
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita IRIB pada Minggu malam, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, penasihat senior untuk panglima tertinggi IRGC, merinci keganasan serangan AS-Israel di pulau Teluk Persia dan pencegahan kuat yang telah dibangun Teheran sejak saat itu.
6 Fakta Pulau Abu Musa di Iran yang Jadi Target 2.400 Bom dan Rudal AS dan Israel, tapi Tak Terpatahkan
1. Memiliki Pertahanan yang Tangguh
“Musuh menembakkan 2.100 bom ke pulau Abu Musa dan hampir 300 rudal permukaan-ke-permukaan ke pulau itu,” kata Jenderal Naqdi. “Namun, respons para pejuang kita memberikan tekanan psikologis yang begitu besar kepada awak kapal perang Amerika sehingga mereka bahkan memecat komandan angkatan laut mereka sendiri.”
Ia menambahkan bahwa Iran telah berhasil membangun pencegahan yang tangguh terhadap musuh-musuhnya.
“Musuh menyadari bahwa mereka tidak dapat mencapai hasil yang diinginkan terhadap kita,” kata Jenderal Naqdi. “Dimensi lain dari pencegahan adalah bahwa musuh sekarang tahu bahwa jika mereka melakukan kesalahan, mereka akan menderita pukulan yang tidak dapat diperbaiki.”
2. Dari Pulau Tersebut Mampu Menghancurkan 282 Posisi Militer Musuh
Jenderal Naqdi menyatakan bahwa 282 posisi militer musuh telah dihancurkan dan ratusan tentara musuh tewas, banyak di antaranya telah disembunyikan secara diam-diam oleh musuh.
“Setiap hari, sebuah pesawat rumah sakit berkapasitas 40 tempat tidur dari UEA dan sebuah pesawat berkapasitas 10 tempat tidur dari Kuwait mengangkut tentara musuh yang terluka ke rumah sakit Amerika di Jerman untuk perawatan,” ungkapnya.
Menurut penasihat senior, efek jera telah sepenuhnya menghentikan musuh.
Namun, ia memperingatkan bahwa Iran tidak dapat menjamin tidak akan ada insiden di masa depan, mengingat bahwa “dalam 47 tahun Revolusi, kita belum pernah mendengar satu pun kata jujur dari Amerika atau melihat satu pun janji yang mereka tepati.”
3. Menggagalkan Rencana AS
Jenderal Naqdi mengatakan tujuan utama musuh adalah untuk menggulingkan sistem Islam, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
“Berlawanan seratus delapan puluh derajat dengan rencana mereka, fondasi sistem justru diperkuat,” katanya. “Klaim musuh tentang perubahan rezim di Iran telah menjadi bahan tertawaan di seluruh dunia.”
Penilaian intelijen AS mengatakan Iran sedang membangun kembali kemampuan pertahanannya jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
.png)
















































