Jakarta (ANTARA) - Menghemat bahan bakar tidak selalu berarti harus mengurangi penggunaan kendaraan secara drastis. Kebiasaan saat berkendara dan kondisi kendaraan juga punya pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar.
Cara sederhana seperti menjaga tekanan ban, menghindari akselerasi mendadak hingga melakukan servis secara rutin dapat membantu kendaraan bekerja lebih efisien. Selain mengurangi frekuensi mengisi bahan bakar, kebiasaan tersebut juga bisa membantu menjaga kendaraan tetap dalam kondisi prima.
Berikut tujuh cara yang bisa dilakukan agar kendaraan lebih irit bahan bakar.
Baca juga: Cara hemat BBM menurut pakar: rutin servis sampai pola berkendara
1. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak
Kebiasaan menginjak pedal gas secara tiba-tiba kemudian melakukan pengereman keras dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Pola berkendara seperti ini membuat kendaraan harus berulang kali menggunakan energi untuk mempercepat dan memperlambat laju.
Menurut Departemen Energi Amerika Serikat, gaya berkendara agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 15-30 persen pada kecepatan jalan bebas hambatan dan 10-40 persen dalam kondisi lalu lintas stop-and-go.
Karena itu, usahakan mempercepat kendaraan secara bertahap dan menjaga jarak aman agar tidak terlalu sering melakukan pengereman mendadak.
2. Jaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan
Tekanan ban sering dianggap sebagai hal kecil, padahal kondisi ini ikut memengaruhi efisiensi kendaraan. Ban yang kekurangan tekanan membuat hambatan gulir meningkat sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.
Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar rata-rata sekitar 0,6 persen dan hingga 3 persen pada kondisi tertentu.
Untuk mengetahui tekanan yang tepat, jangan hanya melihat tulisan pada dinding ban. Periksa rekomendasi yang biasanya tercantum pada pilar pintu pengemudi, tutup tangki bahan bakar atau buku manual kendaraan.
3. Jangan membawa barang yang tidak diperlukan
Semakin berat kendaraan, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk membuatnya bergerak. Karena itu, sebaiknya periksa kembali barang-barang yang tersimpan di bagasi dan keluarkan benda yang memang tidak diperlukan untuk perjalanan.
Tambahan beban sekitar 100 pon atau 45 kilogram diperkirakan dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 1 persen. Dampaknya cenderung lebih terasa pada kendaraan berukuran kecil.
Selain barang di dalam kendaraan, penggunaan rak atap atau roof rack yang tidak diperlukan juga sebaiknya dihindari karena dapat menambah hambatan udara.
Baca juga: Begini tips berkendara irit bensin saat arus balik lebaran
4. Kurangi kebiasaan membiarkan mesin menyala saat berhenti
Mesin yang tetap menyala ketika kendaraan sedang diam tetap menggunakan bahan bakar. Kebiasaan ini biasanya terjadi ketika menunggu seseorang, berhenti cukup lama atau berada di lokasi yang sebenarnya tidak membutuhkan mesin tetap hidup.
Mesin yang dibiarkan idle dapat menghabiskan sekitar seperempat hingga setengah galon bahan bakar per jam, tergantung ukuran mesin dan penggunaan AC.
Jika kendaraan berhenti dalam waktu cukup lama dan situasinya memungkinkan, mematikan mesin dapat menjadi pilihan yang lebih hemat. Namun, tetap utamakan keselamatan dan kondisi lalu lintas sebelum mematikan mesin.
5. Gunakan kecepatan secara stabil
Berkendara dengan pola kecepatan yang naik-turun secara ekstrem membuat kendaraan harus berulang kali berakselerasi. Kondisi tersebut tentu membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan mempertahankan laju secara stabil.
Pengemudi bisa mengantisipasi kondisi jalan di depan agar tidak terlalu sering menginjak gas dan rem. Misalnya, ketika melihat lampu lalu lintas akan berubah merah, pengemudi dapat mengurangi kecepatan secara bertahap selama kondisi jalan dan jarak kendaraan di belakang memungkinkan.
Selain lebih efisien, berkendara dengan tenang juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
6. Lakukan servis kendaraan secara rutin
Kondisi mesin dan komponen kendaraan juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Karena itu, jangan menunggu kendaraan bermasalah baru membawanya ke bengkel.
Perawatan berkala membantu memastikan berbagai komponen bekerja sebagaimana mestinya. Departemen Energi AS juga menyebut penggunaan oli dengan tingkat kekentalan yang direkomendasikan pabrikan dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 1-2 persen.
Untuk jadwal penggantian oli, pemeriksaan filter udara, busi dan komponen lainnya, ikuti rekomendasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan.
7. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi kendaraan
Setiap kendaraan memiliki spesifikasi mesin yang berbeda. Karena itu, bahan bakar sebaiknya dipilih sesuai rekomendasi pabrikan, bukan sekadar berdasarkan anggapan bahwa semakin tinggi angka oktan berarti kendaraan pasti semakin irit.
Menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi membantu mesin bekerja sebagaimana rancangan pabrik. Jika ragu, pemilik kendaraan dapat melihat rekomendasi pada buku manual atau informasi yang diberikan oleh produsen.
Pada akhirnya, efisiensi bahan bakar bukan hanya soal jenis bahan bakar yang digunakan. Cara mengemudi, tekanan ban, beban kendaraan dan kondisi mesin sama-sama berperan dalam menentukan seberapa sering kendaraan harus kembali ke SPBU.
Baca juga: Benarkah bensin RON tinggi lebih irit? Ini penjelasan sesuai mesin
Baca juga: Apakah bensin dicampur minyak kayu putih bisa lebih irit?
Baca juga: Pasar minyak terusik imbas perang Timteng, simak cara mobil irit BBM
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
.png)



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7772005/original/081016500_1780583504-20260604BL_OT_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_10.jpg)








