Bola.com, Padang - Pembina Semen Padang FC, Andre Rosiade, berbicara panjang lebar setelah timnya dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026. Dia memastikan tidak menghilang seperti yang dipertanyakan banyak suporter selama ini.
"Seluruh suporter Semen Padang, banyak yang menanyakan, mencari saya, dibilang Andre Rosiade hilang. Saya ingin menyampaikan, saya tidak hilang. Namun, tidak mungkin saya bersuara kalau memang kekalahan disebabkan karena kesalahan kita sendiri," ujar Andre dalam akun Instagramnya, @andre_rosiade, pada Senin (4/5/2026).
Andre mengakui degradasi yang dialami Semen Padang musim ini berbeda dengan kiprah pada musim lalu yang diwarnai berbagai kecurigaan terhadap kepemimpinan pertandingan.
Dia menyebut kualitas wasit sudah jauh membaik, seiring dengan kebijakan Ketua PSSI, Erick Thohir, dan Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mendatangkan pengadil asing.
"Berbeda dengan musim lalu, di mana ada indikasi tangan-tangan yang bermain ingin mendegradasi kita. Sedangkan tahun ini, desas-desus melalui komite wasit sudah jauh berbenah, kualitas wasit meningkat, ditambah Pak Erick Thohir mengirim wasit-wasit asing untuk memimpin pertandingan kita," ujar Andre.
"Sehingga kekalahan-kekalahan itu, ya tentu penyebabnya adalah kesalahan Semen Padang FC sendiri. Karena faktanya kegagalan itu karena kita sendiri, dan harusnya kita melakukan introspeksi, bukan bersuara," lanjutnya.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Degradasi dan Latar Belakang Krisis Semen Padang
Semen Padang terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 20 poin dari 31 pertandingan. Tim berjuluk Kabau Sirah itu tertinggal sembilan angka dari Madura United yang berada di batas aman dengan tiga laga tersisa.
"Yang kedua, saya ingin menyampaikan kenyataan memang pahit, bahwa kita mengalami degradasi ke Liga 2. Bukan hanya untuk teman suporter saja, tapi juga bagi saya. Siapa Andre Rosiade? Andre Rosiade sama statusnya dengan suporter yang lain. Saya suporter Semen Padang sejak usia 3 tahun, dan selalu menjadi suporter Semen Padang yang setia," ucap Andre.
Dia menceritakan keterlibatannya bermula saat Semen Padang nyaris terjerumus ke kasta ketiga Liga Indonesia akibat krisis finansial yang sudah berlangsung sejak 2017. Manajemen kala itu bahkan sempat berniat menjual Kabau Sirah pada 2019 sebelum Andre turun tangan.
"Bahkan sejak 2017, Semen Padang FC ini mulai mengalami kesulitan finansial. Bahkan puncaknya di 2019, itu statement mau dijual, manajemen minta tim ini jatuh dijual. Dan faktanya memang, tim ini kesulitan, setiap tahun kesulitan untuk mencari dana. Sehingga saya diminta turun tangan untuk mencarikan dana agar tim ini bisa berkompetisi," ungkap Andre.
Kondisi Finansial dan Kerugian Kandang
Soal keuangan musim ini, Andre mengungkapkan bahwa PT Semen Padang selaku pemilik hanya mampu menyumbangkan dana Rp15 miliar.
Dia mengaku mengucurkan hampir Rp20 miliar dari hasil menggaet sponsor, jumlah yang bahkan melampaui kontribusi pemilik Kabau Sirah.
"Kalau mau jujur-jujuran, yang mampu memberi klub Semen Padang FC hanya dibantu Rp20 miliar oleh PT Semen Padang... Maaf, uang yang didapatkan Semen Padang hanya Rp15 miliar. Saya, sebagai penasihat, melaksanakan tanggung jawab moral saya dengan menyediakan dan membantu sponsor dan anggaran hampir Rp20 miliar," tutur Andre.
Masalah tidak berhenti di situ. Setiap laga kandang di Stadion GOR H. Agus Salim, Padang, membutuhkan anggaran Rp211 juta, sementara pemasukan dari tiket rata-rata hanya berkisar Rp130 juta hingga Rp180 juta sehingga Semen Padang terus merugi.
"Setiap pertandingan kandang Semen Padang, itu membutuhkan anggaran Rp211 juta rupiah. Faktanya mayoritas laga kandang kita nombok. Rata-rata dari kelompok suporter Semen Padang FC itu hanya menyumbang 30 juta rupiah. Sisanya ada sumbangan tiket dari para suporter umum, yang akhirnya mendapatkan penghasilan Rp150 juta, Rp130 juta, Rp150 juta, Rp180 juta. Namun, rata-rata kita nombok," katanya.
Andre menyebut sumber pemasukan Semen Padang praktis hanya bertumpu pada dana Rp15 miliar dari PT Semen Padang, Rp20 miliar yang ia carikan, serta subsidi dari I.League. Pendapatan dari merchandise disebutnya boncos, sementara harga tiket yang murah membuat pertandingan kandang tidak menghasilkan pemasukan berarti.
"Lalu dari mana kita hidup? Ya itulah, dari Semen Padang, PT Semen Padang yang ngasih Rp15 miliar, lalu uang yang saya carikan Rp20 miliar, dan juga dari I.League," ucapnya.
Andre juga menganggap kondisi PT Semen Padang sebagai pemilik Kabau Sirah sudah tidak lagi mampu menanggung beban finansial secara mandiri.
"Yang ketiga, ya, yang perlu suporter ketahui, jago-jagolah PT Semen Padang di Indarung tidak punya kemampuan lagi untuk membiayai klub ini. Ya. Makanya saya sebagai suporter yang saya mencintai Semen Padang, saya bekerja keras mencarikan uang. Dan ini sudah bermusim-musim saya lakukan," ujarnya.
Isu Politik dan Peran di Klub
Selain soal keuangan, Andre juga menyinggung keterlibatan pihak-pihak yang ia nilai mencampuradukkan urusan politik ke dalam kelompok suporter. Dia justru mempertanyakan balik tudingan yang menyebut ia mempolitisasi Semen Padang.
"Bicara politik, ini pakai politik. Saya tanya satu suporter, tolong dijawab. Apakah pernah saya datang ke acara deklarasi? Pernah tidak saya datang ke acara Spartacks, atau ke acara Ultras, atau Padang Fans City atau apa pun kelompok suporter tersebut? Saya rasa saya konsisten tidak pernah datang ke acara-acara seperti itu. Yang malah ada, caleg-caleg partai lain yang datang ke tempat suporter, mencari dukungan," imbuhnya.
"Malah saya curiga, mohon maaf ya, saya malah curiga bahwa yang bicara politik itu adalah orang politik yang ada di dalam kelompok suporter. Orang-orang politik yang menyelusup di kelompok-kelompok suporter. Kapan saya mempolitisasi suporter? Saya bicara realita. Jadi jangan mengada-ada," tegasnya.
Andre turut mengklarifikasi soal dua nama yang ia masukkan ke jajaran internal Semen Padang. Keduanya, kata dia, tidak menerima gaji dari kas Kabau Sirah dan seluruh biaya ditanggung secara pribadi olehnya di luar Rp20 miliar yang sudah ia carikan.
"Ya, saya taruh Braditi Moulevey untuk komisaris, memang dibayar? Tidak. Seperak juga tidak dibayar. Braditi Moulevey keliling Indonesia mendukung Semen Padang itu pakai biaya pribadi. Ya, bahkan saya titip masukkan Direktur Teknik namanya Yeyen Tumena. Itu pun saya biayai pribadi. Saya yang menggaji secara pribadi di luar Rp20 miliar yang saya carikan untuk Semen Padang," paparnya.
Dia juga meluruskan persepsi bahwa ia ikut campur dalam urusan teknis Semen Padang. Seluruh keputusan soal pemain dan pelatih, kata Andre, murni ada di tangan manajemen.
"Jadi kalau teman-teman bilang, 'Andre ini ngurusin tim'. Dari awal itu, dari awal kompetisi yang nyari pemain namanya Edu, dengan manajemen. Setiap pengambilan keputusan itu manajemen yang mengambil keputusan. Membeli pemain putaran kedua juga manajemen yang memutuskan bersama tentu pelatih. Ya, pelatih pun manajemen yang memutuskan. Itulah faktanya," jelasnya.
Soal infrastruktur, Andre mengungkapkan proses renovasi Stadion GOR H. Agus Salim sudah memasuki tahap lelang dan ditargetkan tuntas dalam satu tahun ke depan.
Dia mengeklaim telah berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran APBN bagi pembangunan stadion berkapasitas 12.000 hingga 13.000 kursi.
"Stadion akan kita renovasi. Proses lelang sedang dimulai, mudah-mudahan segera ada keputusan pemenang. Insyaallah setelah musim ini berakhir, stadion segera dirubuhkan dan akan dibangun ulang dengan 12.000 sampai 13.000 penonton. Insyaallah kita akan kawal di sana. Jadi kalau dibilang omon-omon, maaf Bos, kita enggak omon-omon," tuturnya.
Renovasi Stadion dan Tantangan di Championship
Menghadapi Championship musim depan, Andre memperkirakan PT Semen Padang tidak akan sanggup membiayai Kabau Sirah sendirian dan kemungkinan besar akan meminta bantuan ke holding PT Semen Indonesia Group. Namun, prosesnya tidak sederhana karena membutuhkan serangkaian persetujuan dari pemegang saham.
"Yang perlu diketahui menghidupkan, untuk juara Championship, itu dibutuhkan minimal uang anggaran sekitar Rp25 miliar rupiah. Berapa kira-kira Semen Indonesia Group bisa menyediakan uang? Rp10 miliar? Kalaupun disetujui oleh Danantara. Ujung-ujungnya apa? Saya lagi yang akan diminta oleh manajemen untuk mencarikan dana. Lalu apakah orang yang membantu dan klub ini dicarikan anggaran lalu disalahkan?" katanya.
Andre secara terang-terangan merespons kritik yang ditujukan kepadanya soal tanggung jawab atas degradasi ini. Dia menegaskan sudah tujuh tahun berjuang sendirian mencari dana untuk Semen Padang, sementara dukungan finansial dari suporter dinilainya masih sangat minim.
"Hei Andre, tanggung jawab! Saya sudah melaksanakan tanggung jawab saya sebagai suporter yang mencintai klub ini. Dan saya minta suporter, jago-jagolah lalok! Ini saya sudah tujuh tahun, susah nyari orang yang mau bakar uang untuk klub kebanggaan ini," tegas Andre.
"Faktanya, mohon maaf, dukungan suporter sangat minim soal pendanaan kita. Dan itu terbukti dengan penjualan tiket kita. Di mana ya, Semen Padang nombok kalau tanding di kandang. Klub profesional itu harusnya dapat uang dari mana? Penjualan tiket, merchandise store, dan yang ketiga, dari broadcasting. Untuk Broadcasting kita dapat Rp12 miliar dari I.League. Dan merchandise kita boncos. Itulah faktanya," bebernya.
Andre mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk introspeksi bersama dan berbenah tanpa saling menyalahkan. Dia memastikan komitmennya tidak akan goyah meski Semen Padang harus memulai lagi perjalanan dari kasta kedua.
"Andre Rosiade tidak akan lari ke mana-mana, karena Andre Rosiade adalah suporter Semen Padang yang mencintai klub ini apa pun hasilnya. Mari kita berbenah, mari kita introspeksi, tanpa perlu saling menyalahkan. Mudah-mudahan ini informasi yang utuh. Saya tidak menghilang ya. Terima kasih," ujarnya mengakhiri.
.png)
8 hours ago
5
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5267473/original/070195100_1751106521-WhatsApp_Image_2025-06-28_at_17.14.16_c8077174.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/5310818/original/028237200_1754795437-1000101528.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5560711/original/036066600_1776678902-Semen_Padang_vs_Persijap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554683/original/014397600_1776090680-ekayana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138768/original/094058100_1740040047-IMG-20250219-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574815/original/091612200_1777982006-WhatsApp_Image_2026-05-05_at_16.19.09__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574818/original/040359600_1777982407-IMG_1358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574241/original/009753600_1777965858-1000410561.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574821/original/070385200_1777982407-IMG_1360.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296281/original/085419800_1753547299-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573351/original/053554400_1777891358-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_17.35.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370866/original/094937200_1759583992-000_34LY2D7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574756/original/013838400_1777976466-Madura_v_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5490959/original/054160200_1770034800-20260122AA_GIilberto_SIlva-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573491/original/072940000_1777911044-SaveGram.App_687104123_18581489983017073_8540659784123740946_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573472/original/004537600_1777903445-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_17.35.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559668/original/076202800_1776606397-IMG_1508.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469500/original/006523200_1768124465-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-04.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558712/original/081964300_1776475892-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-47.jpg)




























