Apple Catat Pendapatan Solid di Kuartal III Berkat iPhone

7 hours ago 4

Selular.ID – Apple membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pada kuartal ketiga tahun fiskal 2025 yang berakhir 28 Juni 2025.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan ditopang oleh penjualan iPhone yang lebih kuat dibandingkan periode sama tahun lalu serta bisnis layanan (Services) yang kembali mencetak rekor.

Hasil tersebut disampaikan Apple dalam laporan keuangan resmi yang dirilis pada 31 Juli 2025 waktu Amerika Serikat.

Apple mencatat pendapatan sebesar 94,04 miliar dolar AS, meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih mencapai 23,43 miliar dolar AS, dengan laba per saham (earnings per share/EPS) terdilusi sebesar 1,57 dolar AS.

Pencapaian ini berada di atas proyeksi sejumlah analis pasar dan menjadi pertumbuhan pendapatan kuartalan tertinggi Apple dalam beberapa tahun terakhir.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

CEO Apple, Tim Cook, mengatakan hasil tersebut mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap lini iPhone terbaru sekaligus pertumbuhan berkelanjutan pada bisnis layanan.

Ia juga menegaskan bahwa Apple terus berinvestasi dalam inovasi, termasuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang akan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem perangkat dan perangkat lunak perusahaan.

Penjualan iPhone tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Apple. Pada kuartal ini, lini smartphone tersebut menghasilkan 44,58 miliar dolar AS, naik sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan permintaan terhadap iPhone masih kuat di berbagai pasar utama meskipun industri smartphone global menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Di sisi lain, segmen Services kembali mencatat rekor baru dengan pendapatan 27,42 miliar dolar AS, meningkat sekitar 13% secara tahunan.

Unit bisnis ini mencakup layanan seperti App Store, Apple Music, iCloud, AppleCare, Apple TV+, Apple Pay, hingga berbagai layanan berlangganan lainnya.

Kontribusi bisnis layanan semakin penting bagi Apple karena memberikan sumber pendapatan yang berulang (recurring revenue).

Model bisnis ini juga membantu perusahaan menjaga pertumbuhan meskipun siklus pembaruan perangkat keras cenderung melambat dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Segmen komputer Mac turut mencatat pertumbuhan positif. Pendapatan dari lini Mac mencapai 8,05 miliar dolar AS, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Apple menyebut peningkatan tersebut didukung oleh tingginya permintaan terhadap komputer berbasis chip Apple Silicon yang menawarkan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya.

Sementara itu, pendapatan iPad tercatat 6,58 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada kategori Wearables, Home and Accessories, yang mencakup Apple Watch, AirPods, HomePod, serta aksesori lainnya. Segmen tersebut menghasilkan pendapatan 7,4 miliar dolar AS, turun secara tahunan.

Dari sisi geografis, Apple membukukan pertumbuhan di hampir seluruh wilayah operasionalnya. Kawasan Amerika tetap menjadi pasar terbesar perusahaan, disusul Eropa dan Jepang yang juga menunjukkan peningkatan pendapatan.

Apple juga mencatat perbaikan kinerja di China setelah beberapa kuartal sebelumnya menghadapi tekanan akibat persaingan produsen lokal dan perlambatan ekonomi.

Selain membahas hasil keuangan, Tim Cook mengungkapkan bahwa Apple meningkatkan investasi pada teknologi AI.

Perusahaan saat ini mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk mempercepat pengembangan fitur berbasis Apple Intelligence, platform AI yang mulai diperkenalkan pada sistem operasi terbaru Apple.

Cook menjelaskan bahwa AI menjadi salah satu fokus strategis perusahaan ke depan.

Menurutnya, Apple akan terus mengembangkan pengalaman AI yang mengutamakan privasi pengguna melalui pemrosesan data di perangkat (on-device processing) serta dukungan Private Cloud Compute untuk tugas AI yang lebih kompleks.

Pada kuartal ini, Apple juga mengembalikan nilai kepada pemegang saham melalui program pembelian kembali saham (share buyback) dan pembayaran dividen.

Perusahaan tetap mempertahankan posisi kas yang kuat, memberikan fleksibilitas untuk mendanai riset, pengembangan produk baru, investasi infrastruktur, hingga ekspansi layanan digital.

Kinerja positif Apple muncul di tengah meningkatnya persaingan industri teknologi global.

Selain menghadapi produsen smartphone Android, perusahaan juga bersaing dalam pengembangan AI dengan sejumlah pemain besar seperti Microsoft, Google, Meta, dan OpenAI yang terus memperluas layanan berbasis kecerdasan buatan.

Meski demikian, kombinasi antara penjualan iPhone yang tetap solid dan pertumbuhan bisnis Services menunjukkan strategi diversifikasi pendapatan Apple masih berjalan sesuai rencana.

Perusahaan juga terus memperluas integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan digital sebagai fondasi utama ekosistemnya.

Dalam laporan resminya, Apple menyatakan akan melanjutkan investasi pada inovasi produk, pengembangan Apple Intelligence, serta ekspansi layanan digital.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah perubahan kebutuhan konsumen dan meningkatnya persaingan di industri teknologi global.

Baca Juga: Ini 9 Fitur AI Apple Intelligence untuk Produktivitas

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online