Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal

12 hours ago 13

loading...

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kehadiran proyek blok Abadi Masela senilai Rp390 triliun akan mampu menyerap hingga 13 ribu tenaga kerja lokal di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kehadiran proyek blok Abadi Masela senilai Rp390 triliun akan mampu menyerap hingga 13 ribu tenaga kerja lokal di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Bahlil menjelaskan, pada saat proses konstruksi pembangunan pabrik fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) untuk proyek Abadi Blok Masela, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku ini akan menyerap sekira 12 ribu tenaga kerja lokal.

Sementara ketika beroperasi ditarget mampu merekrut hingga 1.000 orang warga lokal. "Tenaga kerja 12 ribu yang digunakan pada masa konstruksi, dan 800 sampai 1000 tenaga kerja saat operasi. Kita sepakat, kita lrioritaskan masyarakat di tier 1 dulu," ujar Bahlil dalam laporan saat groundbreaking Proyek Abadi Masela di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Lebih jauh, Bahlil menjelaskan untuk kebutuhan tenaga kerja profesional di proyek ini pihaknya juga sudah menyiapkan agar anak-anak di Tanimbar bakal disekolahkan di Akademi Minyak dan Gas di Cepu, Jawa Tengah. Setelah penggunaan tenaga kerja lokal, baru akan ditambah dengan tenaga kerja dari luar daerah.

Baca Juga: Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini

"Anak anak tanimbar dan kabupaten Maluku Barat Daya, sebagian sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di Akademi Migas. Kemudian keluaran mereka akan kita serap untuk bekerja di blok Masela. Nanti Petronas dan Pertamina, lapangan kerja profesional, dari tier satu dulu, kalau suda habis baru ke luar," tambahnya.

Sehingga dengan serapan tenaga kerja baru itu, diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Bahlil menyebut pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD137,8 miliar, serta peningkatan PDRB Provinsi Maluku sebesar USD95 miliar, dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar yang disertai peningkatan pendapatan rumah tangga secara nasional.

"Ini adalah sebagai bentuk dukungan daripada blok ini mempergunakan juga adalah transisi energi penurunan emisi melalui pembangunan fasilitas carbon capture and storage (CCS) yang akan menangkap menyimpan emisi karbon dioksida dari proses produksi," tambah Bahlil.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online