BRI Super League: Ambyar di Tangan Dewa United, Madura United Fokus Laga Hidup Mati Kontra Semen Padang

8 hours ago 3

Bola.com, Bangkalan - Madura United menelan pil pahit usai ditaklukkan Dewa United dengan skor 1-2 pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura (25/4/2026). Kekalahan ini menghentikan tren positif Madura United.

Lulinha dkk yang sempat merayakan dua kemenangan atas Persik Kediri dan Persebaya Surabaya, sebelum Dewa United dipaksa membumi oleh tamunya. Pelatih karteker Madura United, Rakhmad Basuki, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan ini. Walau begitu, ia merasa perlu memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang anak asuhnya.

"Sayang sekali harus kehilangan poin di kandang. Tetapi secara keseluruhan saya memuji spirit dari para pemain. Mereka tampak tidak mau kalah sampai peluit akhir dibunyikan," bukanya.

"Untuk di babak pertama, saya pikir kita bisa mengontrol permainan Dewa United karena kita sudah menganalisis benar permainan mereka," sambung Rakhmad.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bencana Pergantian Pemain

Madura United tampak berhasil mematahkan dominasi Dewa United. Mereka bahkan unggul lebih dulu lewat aksi Junior Brandao di babak pertama. Dewa United yang tak kalah di empat laga sebelumnya, langsung bereaksi.

Egy Maulana Vikri dan Taisei Marukawa menghadirkan dimensi baru di babak kedua. Alhasil, Banten Warriors berhasil membalikkan keadaan. Ricky Kambuaya berhasil menggetarkan gawang tuan rumah dua kali untuk mengunci kemenangan timnya.

"Yang jadi perbedaan adalah pergantian pemain di babak kedua. Mereka mengubah sistem dan itu membuat kami kewalahan dan menjadi bencana untuk kami," jelasnya. Padang. Itu juga pertandingan sangat penting. Jadi kita harus ambil keputusan itu," pungkas pria yang akrab disapa RB tersebut. (Wahyu Pratama)

Misteri Dibalik Pergantian Junior Brandao

Keputusan menarik terjadi di awal babak kedua saat Junior Brandao ditari keluar. Pergantian ini mengundang pertanyaan mengingat penyerang Brasil itu merupakan pemain utama mereka.

Namun, Rakhmad mengklarifikasi bahwa langkah tersebut murni diambil demi keselamatan pemain. Brandao sudah mengeluhkan rasa sakit di otot paha sejak menit ke-25.

"Tidak ada pilihan lain selain menggantikan Brandao. Karena kalau dipaksakan bermain, dia bisa absen sampai akhir musim. Dia sudah berusaha melawan rasa sakit itu hingga babak pertama selesai," ungkapnya.

Laga Hidup Mati Kontra Semen Padang

Madura United tidak punya waktu lama untuk meratapi kekalahan. Mereka kini tengah berburu dengan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi laga krusial melawan Semen Padang (29/4/2026).

Pertandingan krusial ini datang di tengah jadwal padat. Kedua kesebelasan sama-sama duduk di zona merah dan bersaing satu sama lain untuk selamat dari jeratan degradasi.

"Seperti Brandao, Riquelme (Sousa) dan Lulinha juga bermain dengan melawan rasa sakit. Karena mereka tahu betul tim ini sedang butuh poin. Makanya kita dorong mereka dengan catatan tidak mengambil resiko yang terlalu besar," ucapnya. 

"Mereka juga kami butuhkan saat away ke Padang. Itu juga pertandingan sangat penting. Jadi kita harus ambil keputusan itu," pungkas pria yang akrab disapa RB tersebut.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online