Cara Jessica Mila Menurunkan Badan setelah Menyusui Eksklusif Sang Putri

11 hours ago 5

Jakarta -

Jessica Mila telah lulus menyusui eksklusif anak semata wayangnya Kyarra Arunika Hasibuan. Setelah menyusui eksklusif, Jessica Mila tetap memberikan ASI meskipun Kyarra sudah diberikan MPASI.

Selama masa menyusui, Jessica Mila tidak menghindari makanan manis, Bunda. Istri Yakub Hasibuan ini bahkan mengaku tetap konsumsi makanan manis karena sering 'ngidam' selama menyusui.

"Menyusui itu kan membakar energi ya, jadi aku suka craving manis. Kalau enggak diikutin bisa stres terus ASI berkurang," kata Jessica Mila dalam acara Suasana Peluncuran Cimory Milk No Added Sugar, di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (26/11/25).

Meski suka makan manis, Jessica Mila tak mau terlalu berlebihan mengonsumsinya. Ia berusaha untuk membatasi asupan manis atau makanan mengandung gula dengan mengatur porsi dan memilih camilan sehat.

"Aku berusaha gimana caranya menikmati manis. Pilihannya dengan memilih makanan yang lebih sehat atau kalau mau itu membatasi porsinya. Jadi, aku tetap ikutin craving aku, tapi harus pilih-pilih yang aman dan porsinya sesuai," ungkap perempuan 33 tahun ini.

Jessica Mila mengaku bahwa ia memang pernah melewati batas saat konsumsi makanan manis selama menyusui sang putri. Tak hanya itu, ia juga sempat tidak aktif melakukan olahraga.

Namun, setelah kembali mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat, Jessica Mila mendapatkan banyak manfaat. Selain tubuhnya lebih sehat, kini berat badannya sudah kembali seperti sebelum hamil.

"Jadi aku harus banget menjaga asupan gula karena waktu itu (berat badan) naik selama menyusui, suka manis, olahraga sedikit, melakukan aktivitas di luar juga sedikit. Tapi sekarang aku mulai kurangi, dan sudah mulai kembali ke berat badan yang dulu," ungkapnya.

Pola makan Jessica Mila usai menyusui eksklusif

Jessica Mila punya tips untuk menurunkan berat badannya setelah menyusui eksklusif. Bintang film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan ini memiliki aturan soal pilihan makanannya sehari-hari, Bunda.

"Atur makan, misalnya pagi aku pilih makanan tinggi protein dan karbohidratnya sedikit. Siangnya ada nasi tapi enggak banyak ya, cuma sekitar tiga sampai lima sendok, bisa pilih nasi merah karena rendah gula.

"Sorenya boleh tuh konsumsi makanan manis untuk camilan. Nah, di malam itu makan protein saja, sudah tidak makan karbohidrat," sambungnya.

Pentingnya membatasi makanan dengan gula tambahan

Membatasi makanan mengandung gula tambahan memang penting, Bunda. Tak hanya bisa membantu menurunkan berat badan, tapi juga dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Dalam kesempatan ini, ahli gizi tersertifikasi, Alvina Olivia, menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan manis memang bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks. Saat mengonsumsi makanan atau minuman manis berlebihan, kadar glukosa dalam darah akan naik dan memberi sinyal ke otak untuk melepas dopamin, yakni hormon yang membuat Bunda merasa puas dan tenang.

Selain itu, rasa manis juga dapat memicu peningkatan endorfin yang membuat tubuh merasa lebih rileks. Kombinasi dopamin dan endorfin tersebut sering kali membuat banyak orang mencari makanan atau minuman yang manis, terutama saat sedang stres atau lelah.

Alvina menekankan bahwa mengonsumsi makanan manis tidak dilarang. Namun, porsinya mesti menyesuaikan agar tak berdampak buruk pada kesehatan.

"Kadar gula darah naik setelah makan adalah hal yang normal karena saat itu karbohidrat dipecah menjadi glukosa di dalam darah. Namun, kalau konsumsi gula tambahannya banyak, maka kadar gula darah bisa naik drastis dan dalam jangka pendek menyebabkan sugar rush. Hal itu dapat menyebabkan tubuh mudah lemas, mood enggak stabil, sulit fokus, dan menyebabkan gangguan tidur," kata Alvina.

"Dalam jangka panjang atau kronis, bila gula tambahan terus-menerus dikonsumsi, maka itu bisa menyebabkan resistensi insulin, serta tubuh cenderung menyimpan lemak dan tidak mau membakarnya. Jangka panjangnya juga bisa menimbulkan risiko metabolik seperti diabetes."

Pilihan makanan manis tanpa gula tambahan untuk camilan

Bila Bunda suka mengonsumsi makanan manis tapi takut berefek pada kesehatan, maka pilihlah jenis makanan atau minuman tanpa gula tambahan (no added sugar). Jenis camilan ini juga dipilih oleh Jessica Mila untuk memenuhi keinginannya mengonsumsi makanan manis selama menyusui.

"Mengurangi gula tambahan membantu menjaga energi lebih stabil dan menurunkan risiko lonjakan gula darah berulang. Bukan berarti gula itu musuh, gula tetap berperan sebagai sumber energi, terutama saat kita aktif," ujar Alvina.

"Namun dalam keseharian modern yang banyak dihabiskan untuk duduk bekerja atau belajar, memilih minuman seperti susu No Added Sugar dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien: energi lebih stabil, kalori ekstra berkurang, dan kita tetap bisa menikmati rasa manis dengan cara yang lebih sadar," lanjutnya.

(ank/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online