Cerita Nadia Soekarno Hamil dan Melahirkan di Swiss, Gratis tapi Fasilitasnya Istimewa

3 weeks ago 19

Jakarta -

Aktris dan model Nadia Soekarno melahirkan anak pertamanya pada 2 September 2025 di Swiss. Nadia melahirkan seorang putri yang diberi nama Nayika Kaulanirdani Fatima Sukarno.

Perlu diketahui, Nadia dan sang suami Kama Sukarno resmi menikah pada 28 Januari 2024. Setelah menikah, Nadia pindah ke Swiss untuk mendampingi suaminya yang bekerja diplomat muda, Bunda. Di negara Swiss, Nadia juga menjalani kehamilan pertamanya hingga melahirkan.

Hampir dua bulan setelah melahirkan baby Nayika, Nadia baru mengungkap proses kehamilan dan persalinan yang dijalaninya di Swiss. Melalui unggahan di Instagram, putri pasangan Ekki Soekarno dan Soraya Haque ini juga membagikan biaya persalinannya dengan menggunakan asuransi di Swiss.

Cerita Nadia jalani kehamilan di Swiss

Setelah pindah ke Swiss, Nadia dan suami memang langsung merencanakan untuk program hamil (promil). Nadia bahkan melakukan cek kesehatan untuk mempersiapkan kehamilan pertamanya, Bunda.

"Dari awal sebelum putusin buat hamil, gue tuh sengaja cek kesuburan lewat USG dan darah. Karena normal, cuma dibilangin minum asam folat saja selama 3 bulan. Nah pas sudah 3 bulan, gue disarankan pakai ovulation test biar tahu hari H suburnya. Soalnya kalau pakai hitungan kalender atau aplikasi suka enggak pas," katanya, dikutip dari Instagram @nadiasoekarno, belum lama ini.

Setelah dinyatakan hamil, Nadia memeriksakan kondisinya ke dokter. Nah, karena hasilnya normal, ia pun tidak diberikan suplemen apa pun oleh dokter. Sebaliknya, dokter justru meminta Nadia untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Setelah positif dengan brand (test pack) yang beda-beda, cek lah ke dokter. Dari sini gue juga enggak dikasih suplemen apapun karena hasilnya normal. Dokter di sini kalau enggak ada keluhan, kita enggak akan dikasih vitamin atau obat macam-macam. Semua harus dari tas darah. Kurangnya dimana? Baru dikasih vitamin atau obat. Soalnya beli vitamin pun juga harus pake resep," ungkap Nadia.

"Terus gue juga diminta aktivitas kayak biasa aja, enggak ada pantangan apapun kecuali makanan mentah," sambungnya.

Memasuki usia kehamilan dua bulan, Nadia mulai mengalami morning sickness yang cukup mengganggu. Dokter sempat meresepkan obat. Namun karena tak bisa mengatasi keluhan, Nadia akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit.

"Jadi diinfus sama sempat ke UGD karena perut gue sampe sakit banget dan enggak bisa gerak. Obatnya juga beda ya kali ini, masukinnya bukan cuman dari mulut," ujar Nadia.

Selama hamil, Nadia cukup rutin melakukan cek kandungan ke dokter. Ia juga sempat menjalani pemeriksaan Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) untuk skrining genetik janin dan kontrol ke dokter fetomaternal.

Memasuki trimester kedua, Nadia sempat didiagnosis kurang darah dan zat besi. Namun kondisinya bisa segera ditangani dengan perawatan dari dokter.

Di trimester akhir kehamilan, Nadia memutuskan untuk menjalani fisioterapi karena tubuhnya sudah mulai tak nyaman untuk duduk hingga tidur. Nadia juga mendapatkan vaksin whooping cough sebelum melahirkan anak pertamanya.

Proses persalinan di Swiss dan fasilitas untuk ortu baru

Nadia sempat mendapatkan induksi persalinan untuk melahirkan anak pertamanya di Swiss. Perempuan 30 tahun ini sudah diminta untuk masuk rumah sakit saat usia kehamilannya 38 minggu.

Nadia memang berencana untuk melahirkan secara pervaginam. Namun karena pembukaan persalinannya tidak bertambah, ia pun mesti melahirkan melalui operasi caesar.

"Semua bakal normal dulu dan kalo ada komplikasi baru caesar. Jadi selama 24 jam gue diinduksi pake 3 metode yang beda. Balon, infus oksitosin, sama infus buskopan," katanya.

"Pembukaannya stuck di 3,5 sampai 4. Serviksnya juga enggak memendek, jadi mau enggak mau baru caesar. Ketubannya sudah dipecahin soalnya."

Nadia SoekarnoNadia Soekarno Melahirkan di Swiss/ Foto: Instagram @nadiasoekarno

Fasilitas melahirkan di Swiss

Setelah melahirkan anak pertamanya, Nadia bisa menikmati fasilitas di rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya karena menggunakan asuransi. Beberapa fasilitas ini mencakup manicure dan pedicure, serta layanan pijat usai melahirkan.

"Kalau ini (kamar) tergantung tipe asuransi yang dipilih. Tapi ini kamar yang gue inap standar sih. Walaupun gratis, yang nemenin tetap harus bayar, start dari hari kedua. Gratisnya cuma di hari pertama," ungkap Nadia.

"Makanannya kayak di hotel, set menu gitu dan jujur enak banget. Gue kemarin sempat dikasih fasilitas gratis bisa mini pedi atau pijet selama 30 menit. Dikasih voucher juga buat pijat seluruh badan pas gue sudah full recovery. Kalau melahirkan caesar di Swiss itu rata-rata 8 hari stay di rumah sakit, kalau normal lima hari," lanjutnya.

Setelah pulang ke rumah, Nadia masih mendapatkan bantuan dari bidan untuk membantunya pulih. Bidan biasanya datang 16 kali selama dua bulan.

Selain bidan, Nadia juga mendapatkan bantuan jasa bersih-bersih rumah yang 'diresepkan' dari dokter. Tak hanya itu, dia juga mendapatkan layanan fisioterapi setelah melahirkan, Bunda.

"Ini juga yang paling ngebantu banget sih. Masa dapat resep dari dokter buat ada yang bantu bersih-bersih rumah selama 6 minggu. Kita tinggal tanya aja jasa mana yang kerjasama sama pihak asuransi. Kalo fisioterapi, gue dapat jatah 9 kali dari dokter. Fisioterapinya baru bisa dilakuin minimal 6 minggu setelah lahiran," ungkap Nadia.

"Kita benar-benar enggak perlu bayar apa pun start dari minggu ke 13 pas hamil. Sampe 2 bulan setelah lahiran. Yang enggak di-cover ya kalo milih rumah sakit yang enggak ada di list asuransi mereka aja. Tapi rumah sakitnya juga bukan cuman yang publik kok, yang swasta itu bisa gratis."

Nadia mengaku sangat terbantu dengan asuransi selama hamil dan proses persalinan anak pertamanya. Selain tidak mengeluarkan biaya, ia juga mendapatkan fasilitas yang sangat membantu orang tua baru.

"Kebayang kalo ga pake asuransi berapa biayanya," tulisnya dalam caption unggahan di Instagram.

Demikian kisah Nadia Soekarno jalani kehamilan dan proses persalinan di Swiss.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online