Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli

10 hours ago 9

loading...

Raksasa perbankan JPMorgan Chase justru merilis peringatan darurat yang bikin merinding: dunia kini sedang kebanjiran minyak, tapi tidak ada negara yang mau membelinya!. Foto/Dok

JAKARTA - Harga minyak mentah dunia terbang tinggi menyentuh USD107 per barel (sekitar Rp1,65 juta) pada Mei lalu akibat pecahnya perang di Timur Tengah? Saat itu kapal-kapal tanker raksasa harus memutar ribuan mil, dan kilang minyak di Asia saling sikut berebut pasokan yang lolos dari Selat Hormuz.

Namun hari ini situasi berbalik 180 derajat, ketika harga minyak mentah jenis Brent sempat dilaporkan ambruk ke kisaran USD68 per barel. Namun raksasa perbankan JPMorgan Chase justru merilis peringatan darurat yang bikin merinding: dunia kini sedang kebanjiran minyak, tapi tidak ada negara yang mau membelinya!

60 Juta Barel Minyak Mendadak Tumpah ke Pasar Global

Kepala Riset Komoditas JPMorgan, Natasha Kaneva mengirimkan nota darurat kepada para investor global yang menjabarkan fenomena 'banjir minyak' (oil glut) ini. "Pasar saat ini menghadapi risiko banjir pasokan sementara akibat minyak-minyak yang sempat terjebak perang, kini mendadak masuk kembali secara bersamaan ke dalam sistem ekonomi global," tulis Kaneva.

"Ironisnya, pasokan masif yang keluar dari Selat Hormuz ini sekarang tidak punya tempat tujuan selain China. Masalahnya China menolak membeli," jelasnya.

Baca Juga: Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi

Tercatat ada lebih dari 60 juta barel minyak yang sempat "membeku" di dalam kapal tanker sejak Februari lalu saat konflik dengan Iran memuncak. Kini, sumbatan itu pecah dimana Arab Saudi telah memulihkan 90% ekspornya.

Sedangkan Uni Emirat Arab (UEA) sukses menggelontorkan 3,9 juta barel per hari melalui jalur bypass. Ada juga Amerika Serikat yang masih terus menggali pasokan darurat dari cadangan minyak strategis (SPR) mereka sebesar 400 juta barel.

Baca Juga: Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya

Akibatnya, Badan Informasi Energi (EIA) memperkirakan terjadi surplus minyak global hingga 4 juta barel per hari sepanjang tahun 2026 ini. Malangnya lagi, aliansi OPEC+ justru baru saja sepakat menambah produksi 188.000 barel per hari untuk bulan Agustus nanti.

Frustasi Mencari Pembeli Minyak

Saking frustrasinya para penjual minyak mencari pembeli, hukum pasar fisik mulai hancur-hancuran. Minyak mentah dari UEA terpaksa berlayar jauh sampai ke Hawaii hanya untuk mencari penawar.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online