loading...
Bendera Iran berkibar di lokasi serangan rudal AS dan Israel. Foto/anadolu
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, dengan pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan damai yang akan dimulai di Islamabad, Pakistan, pada hari Jumat. Gencatan senjata, yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa, juga akan memungkinkan Iran membuka kembali Selat Hormuz, koridor maritim vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.
Indonesia termasuk di antara negara-negara terbaru yang menyambut gencatan senjata antara AS dan Iran, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyerukan kepada semua pihak dalam konflik untuk menghormati kedaulatan, integritas teritorial, dan diplomasi.
Mewengkang juga menyerukan penyelidikan menyeluruh. Investigasi besar-besaran atas kematian tiga pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang tewas akibat ledakan di Lebanon pada akhir Maret di tengah pertempuran antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan kepada wartawan bahwa Tokyo menyambut berita gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran sebagai "langkah positif" sambil menunggu "kesepakatan akhir".
Kementerian Luar Negeri Oman dalam pernyataan yang diterbitkan pada tanggal X mengatakan mereka menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Iran dan AS dan menghargai “upaya Pakistan dan semua pihak yang menyerukan diakhirinya perang”.
“Kami menegaskan pentingnya mengintensifkan upaya sekarang untuk menemukan solusi yang dapat mengakhiri krisis dari akarnya dan mencapai penghentian permanen keadaan perang dan permusuhan di kawasan ini,” kata kementerian tersebut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pemerintahnya menyambut baik gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.
Merz juga berterima kasih kepada Pakistan atas perannya dalam memediasi gencatan senjata dan menekankan tujuan dalam beberapa hari mendatang adalah untuk menegosiasikan “pengakhiran perang yang langgeng” melalui jalur diplomatik.
Ukraina menyambut baik gencatan senjata yang disepakati antara AS dan Iran dan pembukaan blokade Selat Hormuz, menurut Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha di X, dan menyerukan “ketegasan” serupa dari Washington dalam menghentikan perang Rusia di Ukraina.
“Ketegasan Amerika membuahkan hasil. Kami percaya sudah saatnya Amerika mengambil ketegasan yang cukup untuk memaksa Moskow menghentikan tembakan dan mengakhiri perangnya melawan Ukraina,” tulis Sybiha.
Kementerian Luar Negeri Irak menyambut baik berita gencatan senjata tersebut tetapi mengatakan baik AS maupun Iran harus berkomitmen pada kesepakatan tersebut untuk mencapai resolusi yang langgeng.
.png)

















































