loading...
Menko Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memandang kombinasi antara digitalisasi dan Kecerdasan Buatan AI akan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi. Foto/Dok
JAKARTA - Besarnya basis pasar domestik Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta penduduk, turut mendorong tingginya aktivitas ekonomi, termasuk pada sektor ekonomi digital . Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan.
“Pemerintah memandang digitalisasi dan AI (artificial intelligence) sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sangat menjanjikan, nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai USD100 miliar,” jelas Menko Airlangga Hartarto dalam acara GrabX 2026, Rabu (8/4/2026).
Didukung digital, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan laju sebesar 4,99% serta menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 53,63%. Kinerja tersebut juga mencerminkan salah satu tingkat kontribusi konsumsi domestik yang relatif tinggi di antara negara-negara G20.
Pemerintah memandang kombinasi antara digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. Baca Juga: Menko Airlangga: Ekonomi Digital RI Tembus Rp627 Triliun Terbesar di ASEAN
Transformasi digital Indonesia menunjukkan kemajuan pesat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan Global Innovation Index (GII) 2025, posisi Indonesia melesat ke peringkat 55, naik signifikan dari peringkat 85 pada tahun 2020.
.png)

















































