Ekonomi Sirkular, Pindo Deli Karawang Bangun Pengelolaan Sampah dari Masyarakat hingga Industri

4 hours ago 3

loading...

Dalam kemitraan ini, Pindo Deli Karawang berperan sebagai off-taker untuk menyerap karton dan kertas putih hasil pemilahan yang memenuhi spesifikasi serta kebutuhan teknis perusahaan. Foto/Dok

KARAWANG - PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Karawang, unit usaha APP Group, bersama KSM Sahabat Lingkungan meluncurkan Program Kemitraan Strategis Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah di TPS3R Baraya Runtah, Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Didukung Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, program ini mendorong pengelolaan sampah terintegrasi dari masyarakat hingga industri.

Peluncuran program ditandai dengan pelepasan pengiriman perdana dua kendaraan pikap berisi material hasil pemilahan dari TPS3R menuju industri. Dalam kemitraan ini, Pindo Deli Karawang berperan sebagai off-taker untuk menyerap karton dan kertas putih hasil pemilahan yang memenuhi spesifikasi serta kebutuhan teknis perusahaan. Kehadiran off-taker diharapkan memberikan jalur penyerapan yang lebih jelas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang telah dipilah masyarakat.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/ BPLH, Agus Rusly mengatakan, kolaborasi antara masyarakat, pengelola sampah, pemerintah, dan sektor swasta menjadi penting dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah di Indonesia. Menurutnya, kepastian pasar menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan agar kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang.

Baca Juga: APP Group Konsisten Ciptakan Tempat Kerja Inklusif Berkelanjutan

"Yang sedang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Tidak satu pun daerah sekarang yang tidak bermasalah dengan urusan sampahnya. Inisiatif kerja sama antara kelompok masyarakat, TPS3R, dan pihak swasta seperti Pindo Deli ini dapat menjadi salah satu model bagaimana swasta dapat menyerap atau menjadi off-taker dari produk hasil pemilahan sampah, sehingga dapat menjadi sumber alternatif bahan baku bagi industri,” ujarnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online