loading...
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran. Namun, partainya membantah laporan tersebut. Foto/Anadolu
TEHERAN - Media-media Israel dan Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan para pengawalnya tewas dalam perang yang sedang berkecamuk pada hari Sabtu. Namun, partainya Ahmadinejad; Dolate Bahar, menegaskan bahwa laporan itu salah.
Iran Labor News Agency (ILNA) awalnya juga melaporkan bahwa mantan presiden berusia 69 itu tewas dalam serangan udara di Teheran. Namun, media itu mengklarifikasi bahwa laporan tentang kematian Ahmadinejad tidak dapat dikonfirmasi.
Baca Juga: Perang Memanas, Serangan Rudal Iran Tewaskan 3 Tentara AS, 5 Lainnya Luka Parah
"Salah satu rekan dekat Mahmoud Ahmadinejad, yang berhubungan dengan ILNA, membantah berita tentang kemartiran presiden pemerintahan kesembilan dan kesepuluh tanpa informasi tambahan apa pun, dengan mengatakan: 'Berita tentang kemartirannya adalah palsu'," tulis media tersebut.
Partai Dolate Bahar mengatakan Ahmadinejad tidak meninggal.
"Dolate Bahar dengan ini mengumumkan bahwa laporan tentang kemartiran Dr Ahmadinejad dalam serangan Amerika-Israel adalah salah," imbuh partai tersebut dalam situs webnya, Senin (2/3/2026).
Ahmadinejad merupakan salah satu presiden terkenal Iran karena mengumbar ancaman akan melenyapkan negara Israel dari muka bumi.
Satu Rudal Iran Tewaskan 9 Warga Israel
Sementara itu, sebuah rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel pada hari Minggu. Serangan ini menewaskan sembilan orang, beberapa di antaranya berada di tempat perlindungan bom di Beit Shemesh.
.png)

















































