Filipina Ingin Beli 10.000 Bitcoin, Dikunci 20 Tahun! Apa Tujuannya?

4 days ago 8

Jakarta, Pintu News – Filipina menjadi sorotan dunia crypto setelah pemerintah mengusulkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve. RUU ini akan mewajibkan bank sentral Filipina membeli dan menyimpan Bitcoin selama dua dekade penuh.

Langkah ini bukan hanya mencerminkan kepercayaan terhadap masa depan cryptocurrency, tetapi juga membuka diskusi mengenai stabilitas ekonomi, literasi keuangan, dan potensi risiko yang mengintai.

1. Apa Itu Strategic Bitcoin Reserve?

RUU ini bernama Strategic Bitcoin Reserve Act dan telah diajukan oleh anggota DPR Filipina, Miguel Luis Villafuerte. Berdasarkan laporan dari Decrypt, cadangan ini akan dikelola oleh bank sentral dengan target akumulasi 10.000 BTC dalam lima tahun, atau 2.000 BTC per tahun. Jika dikonversi dengan nilai BTC saat ini sebesar Rp1,827,334,580 per koin, total pembelian mencapai lebih dari Rp18,2 triliun.

RUU ini juga mengatur bahwa Bitcoin hanya boleh dijual setelah 20 tahun, dan itu pun hanya untuk membayar utang negara. Menurut Villafuerte, hal ini dilakukan karena Bitcoin semakin penting sebagai “aset strategis” yang dapat membantu memperkuat stabilitas ekonomi Filipina. Ia menekankan bahwa akumulasi BTC adalah bentuk antisipasi terhadap arah baru sistem keuangan global.

Baca Juga: Ondo Finance (ONDO): Proyek RWA yang Diklaim Bisa 10x di 2026, Benarkah? Ini Analisisnya!

2. Aturan Ketat Soal Penyimpanan dan Transparansi

ruu proof of reserves texas

Tak hanya membeli Bitcoin, RUU ini juga mewajibkan adanya sistem proof-of-reserve, alias bukti kepemilikan dan pelaporan cadangan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kepercayaan publik dan menghindari potensi penyalahgunaan dana negara. Data dan transparansi akan ditingkatkan melalui audit publik terhadap dompet digital milik pemerintah.

Paul Soliman, CEO dari perusahaan blockchain BayaniChain, menyatakan kepada Decrypt bahwa transparansi ini “belum pernah terjadi sebelumnya dalam sistem keuangan.” Dengan membuka dompet publik, masyarakat bisa ikut mengawasi transaksi pemerintah, suatu pendekatan yang sulit dilakukan pada cadangan emas atau valuta asing konvensional.

3. Dukungan dan Kritik dari Komunitas Crypto Lokal

Beberapa tokoh industri crypto Filipina menyambut baik langkah ini, meskipun tetap berhati-hati terhadap risiko. Miguel Antonio Cuneta, pendiri Satoshi Citadel Industries, menyebut rencana ini sebagai “asymmetric bet” yang bisa memberi keuntungan besar jika berhasil. Ia juga mengatakan kepada Decrypt bahwa Filipina bisa meniru strategi negara lain yang telah menyusun cadangan crypto seperti Bhutan dan Pakistan.

Namun, tak semua orang optimistis. Luis Buenaventura, kepala crypto di aplikasi GCash, mengaku ragu bahwa RUU ini akan disahkan, meski ia berharap perusahaan lokal akan mulai mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan. Ia menekankan bahwa RUU ini dapat menjadi pemicu diskusi yang lebih luas mengenai peran cryptocurrency di neraca keuangan.

4. Risiko Volatilitas dan Rendahnya Literasi Keuangan

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah volatilitas Bitcoin yang sangat tinggi. Dalam wawancaranya dengan Decrypt, Paul Soliman menyebutkan bahwa penggunaan dana publik untuk aset berisiko bisa memicu kontroversi. Dengan harga BTC yang bisa berfluktuasi drastis, negara juga menghadapi kemungkinan kerugian besar sebelum masa kuncian 20 tahun berakhir.

Soliman juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan finansial masyarakat sebelum proyek ini dimulai. Ia mengatakan, “Dengan strategi akuisisi yang cerdas dan investasi paralel dalam edukasi, cadangan ini bisa menjadi simbol akuntabilitas nasional.” Tanpa itu, langkah ini bisa menjadi bumerang jika tidak dipahami secara luas oleh masyarakat.

5. Filipina dan Regulasi Cryptocurrency yang Makin Ketat

tokenisasi filipinaSumber: Paybito

Menariknya, proposal ini muncul di tengah gelombang regulasi ketat yang sedang diberlakukan oleh otoritas Filipina terhadap platform crypto asing. Berdasarkan pemberitaan Decrypt pada 6 Agustus 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina telah memblokir akses ke hampir semua bursa crypto internasional yang tidak terdaftar secara resmi.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin mengakumulasi crypto sebagai aset, tetapi juga memperkuat kendali atas aktivitas perdagangan digital. SEC bahkan menetapkan bahwa penyedia layanan aset digital (CASP) harus memiliki modal minimal sekitar Rp292 miliar dan berbadan hukum lokal, menurut Memorandum Circular No. 5 yang berlaku sejak 30 Mei 2025.

Kesimpulan: Langkah Berani yang Masih Menyisakan Tanda Tanya

RUU Strategic Bitcoin Reserve menunjukkan keberanian Filipina dalam memasuki dunia cryptocurrency dengan pendekatan jangka panjang. Namun, keberhasilannya masih tergantung pada banyak faktor, seperti kestabilan harga, dukungan legislatif, dan kesiapan infrastruktur hukum serta edukasi publik.

Apakah strategi ini akan menjadikan Filipina pelopor baru dalam kebijakan aset digital, atau justru menjadi pelajaran berharga bagi negara lain? Hanya waktu yang akan menjawab.

Baca Juga: Notcoin (NOT): Mengapa Pasokan 100 Miliar Bisa Jadi Kekuatan dan Risiko di Dunia Crypto

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga Bitcoin hari ini, harga coin XRP hari ini, Dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online