Jakarta -
Bunda mungkin sudah tidak asing dengan sosok Beby Prisilla. Selebgram sekaligus content creator ini dikenal lewat konten kesehariannya yang natural, penuh keceriaan, dan sering mengangkat cerita tentang dunia ibu serta keluarga muda. Gaya bicaranya yang apa adanya membuat banyak ibu muda merasa relate dengan pengalaman istri Onadio Leonardo.
Kini, kebahagiaan tengah menyelimuti rumah tangganya. Beby sedang mengandung anak kedua, sebuah momen yang ia bagikan dengan penuh syukur dan antusias. Namun, di balik kebahagiaan itu, Beby juga jujur mengakui ada tantangan tersendiri. Ia bertekad kuat untuk lebih menjaga diri dan janin dengan menghentikan dua kebiasaan buruk yang dulu sulit ia tinggalkan.
Beby mengaku dalam video yang diunggah dalam akun media sosial pribadinya, ia sudah 240 hari meninggalkan kebiasaan buruknya yang sangat berbahaya bagi kesehatan janinnya yaitu merokok dan minum alkohol.
Beby menegaskan bahwa keputusannya ini bukan hanya untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tapi juga demi keselamatan janin yang tengah ia kandung. Ia sadar, setiap kebiasaan buruk yang dipelihara selama kehamilan bisa memberi risiko besar bagi sang bayi.
"Hari ini 240 hari since i quit smoking and drinking. Kalian juga pasti bisa kok!" tulisnya di unggahan tersebut. "Semangat berjuang para bumils!" tambahnya di caption.
Bahaya rokok dan alkohol pada ibu hamil
Bunda perlu tahu, berbagai studi ilmiah sudah membuktikan bahaya dua kebiasaan tersebut:
-
Bahaya merokok saat hamil
Dikutip dari CDC, sebuah studi menemukan bahwa merokok meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, hingga sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
Selain itu, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ibu hamil yang merokok terutama yang menjadi perokok aktif memiliki kemungkinan lebih besar melahirkan anak dengan ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder). ADHD sendiri adalah gangguan perkembangan pada otak anak yang membuat si kecil cenderung hiperaktif serta sulit berkonsentrasi.
Studi yang dirangkum Kemenkes RI itu menunjukkan bahwa ibu hamil perokok berisiko 60 persen lebih tinggi melahirkan anak dengan ADHD dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Bahkan, pada ibu yang merokok kurang dari 10 batang per hari, risikonya tetap meningkat seiring jumlah rokok yang dikonsumsi.
Analisis dari tujuh penelitian lain juga menemukan bahwa meskipun dampak merokok pada ibu hamil lebih besar dibandingkan ayah perokok, ayah yang merokok pun memiliki risiko 20 persen lebih tinggi untuk memiliki anak dengan ADHD. Meski begitu, para ahli menekankan bahwa merokok saat hamil bukanlah satu-satunya penyebab ADHD pada anak, melainkan salah satu faktor risiko penting.
-
Bahaya minum alkohol saat hamil
Konsumsi alkohol saat hamil berisiko menimbulkan cacat serius pada bayi, mulai dari gangguan bentuk tubuh, hambatan pada perkembangan otak, hingga masalah kesehatan lainnya. Perlu diingat, tidak ada batas aman dalam mengonsumsi alkohol ketika hamil. Bahkan hanya satu gelas sehari tetap bisa menimbulkan kelainan pada janin.
Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA), konsumsi alkohol ketika hamil dapat menyebabkan fetal alcohol spectrum disorders (FASDs) yang berdampak pada pertumbuhan, perilaku, hingga kemampuan belajar anak.
Selain itu, sebuah laporan pada tahun 2015 menegaskan bahwa tidak ada jumlah alkohol yang dianggap aman, dan tidak ada masa kehamilan yang terbebas risiko bila Bunda minum alkohol. Apa pun jenis minumannya baik anggur, bir, hingga minuman beralkohol lain semuanya berpotensi membahayakan ibu hamil dan janin.
Kebiasaan buruk yang harus dihindari ibu hamil
Lewat ceritanya, Beby ingin mengingatkan para ibu bahwa menjaga kehamilan bukan hanya soal makanan sehat, tapi juga tentang gaya hidup sehari-hari. Berdasarkan penelitian medis, berikut beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil:
1. Merokok
Merokok selama hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, hingga stillbirth. Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), merokok saat hamil juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti gangguan paru-paru, otak, hingga risiko sudden infant death syndrome (SIDS).
2. Mengonsumsi alkohol
Alkohol bisa memicu fetal alcohol spectrum disorder (FASD) yang berdampak pada perkembangan otak dan fisik janin.
3. Minum kopi atau kafein berlebihan
Kafein berlebihan bisa meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir dengan berat rendah, dan detak jantung janin yang tidak teratur. World Health Organization (WHO) merekomendasikan ibu hamil membatasi konsumsi kafein maksimal 200 mg per hari (sekitar 1 cangkir kopi).
4. Kurang tidur
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan ibu hamil. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi kehamilan dan diabetes gestasional. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine Reviews, ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam per malam berisiko lebih tinggi mengalami persalinan prematur.
5. Makan makanan mentah atau setengah matang
Daging, telur, atau seafood mentah dapat membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella atau Listeria yang memicu infeksi serius pada ibu dan janin. Studi dari American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan infeksi listeriosis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran hingga 20 persen.
6. Stres berlebihan
Stres kronis pada ibu hamil bisa memengaruhi hormon, meningkatkan risiko persalinan prematur, dan memengaruhi perkembangan otak bayi. Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry menemukan ibu hamil dengan stres tinggi berisiko lebih besar memiliki anak dengan gangguan kecemasan dan ADHD.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)