HIPMI IPB Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja

4 hours ago 6

loading...

Pelantikan pengurus HIPMI PT IPB di bawah kepemimpinan Zeva Christian di Bogor, September 2026. FOTO/IST

BOGOR - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi IPB University (HIPMI PT IPB) memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Zeva Christian. Dilantik sebagai Ketua Umum pada September 2026, Zeva membawa visi agar organisasi mahasiswa pengusaha tersebut tidak berhenti pada aktivitas seminar dan networking, tetapi mampu melahirkan bisnis yang benar-benar berjalan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pelantikan kepengurusan baru HIPMI PT IPB di Bogor turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dari lingkungan HIPMI, dunia usaha, dan korporasi, di antaranya Anggawira dan Anthony Leong. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring antara mahasiswa, pelaku usaha, hingga pemimpin industri.

Di bawah kepemimpinan Zeva, HIPMI PT IPB diarahkan menjadi wadah yang lebih berorientasi pada eksekusi. Mahasiswa didorong tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi mulai menguji ide, membangun usaha, mengembangkan bisnis yang telah berjalan, hingga membuka lapangan kerja.

"Target kami bukan hanya membuat anggota memahami dunia bisnis. Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang berani memulai usaha, bisnis anggota yang sudah berjalan dapat berkembang, dan ke depannya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," ujar Zeva Christian.

Tak Perlu Tunggu Lulus untuk Berbisnis

Zeva menilai kampus merupakan salah satu tempat terbaik bagi mahasiswa untuk mulai membangun bisnis. Lingkungan perguruan tinggi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, membangun jaringan, mencari mentor, sekaligus belajar menghadapi risiko sebelum masuk ke dunia usaha yang lebih besar.

Karena itu, HIPMI PT IPB akan mengembangkan sejumlah program yang diarahkan pada kebutuhan praktis anggota. Program tersebut mencakup inkubasi bisnis, peningkatan kapasitas, seminar bersama praktisi, hingga kompetisi kewirausahaan.

Program-program tersebut ditargetkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Anggota diharapkan memiliki langkah konkret untuk memulai usaha maupun meningkatkan skala bisnis yang telah mereka jalankan.

Bagi Zeva, ukuran keberhasilan organisasi bukan semata-mata banyaknya kegiatan yang digelar. Dampak yang lebih penting adalah jumlah mahasiswa yang mulai memiliki bisnis, pertumbuhan usaha para anggota, serta lapangan pekerjaan yang tercipta.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online