Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang

5 hours ago 6

loading...

Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar secara blak-blakan terkait dugaan praktik patgulipat sektor pertambangan. Foto/Dok

JAKARTA - Eksploitasi kekayaan alam Indonesia di sektor pertambangan selama bertahun-tahun diduga kuat dibayangi oleh praktik patgulipat. Dampaknya mengerikan, bumi dikeruk habis, lingkungan rusak, hutan gundul, namun pertumbuhan ekonomi justru jalan di tempat dan daya beli tertekan.

Anomali besar ini dibongkar secara blak-blakan oleh Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier dalam Podcast TO THE POINT AJA di SINDOnews, Jumat (18/7). Ia menyoroti bagaimana selama bertahun-tahun Indonesia kehilangan manfaat dari pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) karena keuntungan ekspor lebih banyak mengalir dan mengendap di luar negeri.

Kini, langkah berani pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai menerapkan kebijakan ekspor satu pintu langsung mengusik zona nyaman para pengusaha tambang nakal. Dampaknya, perang dingin antara negara dan gurita bisnis hitam mulai memicu gejolak serius di sektor moneter.

Devisa Diparkir di Luar Negeri, Masuk ke RI Pura-pura Jadi Investasi

Fuad Bawazier mengungkapkan kegeramannya terhadap pola perputaran uang hasil bumi Indonesia yang dinilai tidak adil bagi rakyat. Baca Juga: Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P

"Luar biasa besarnya tambang kita, sampai-sampai hutan gundul. Tapi kok pertumbuhannya enggak ada? Ke mana itu hasilnya? Jadi kan tidak dinikmati oleh rakyat. Devisanya diparkir di luar negeri, terus nanti pura-pura diinvestasikan lagi di sini. Itu tidak logis! Duit orang-orang kita sendiri ditaruh di luar, lalu diputar-putar lagi di sini seolah investasi asing. Ini harus fair," ungkap Fuad.

Selama ini, isu menguapnya Devisa Hasil Ekspor (DHE) selalu dihindari dan dianggap tabu untuk dibahas di ruang publik karena kuatnya cengkeraman oligarki yang telanjur nyaman. Akibat patgulipat ini, cadangan devisa minim, membuat Indonesia selalu kekurangan pasokan dolar domestik padahal volume ekspor komoditasnya berada di papan atas dunia.

Rasio pajak (Tax Ratio) anjlok, negara tidak mendapatkan porsi penerimaan yang sah dari pajak komoditas murni karena adanya manipulasi data administrasi. Baca Juga: S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga

Fuad Bawazier memperingatkan bahwa kebijakan ekspor satu pintu ini tidak akan berjalan mulus begitu saja. Para pengusaha yang zona nyamannya terusik dipastikan akan melakukan perlawanan sengit demi menggagalkan atau menunda aturan ini dengan berbagai cara.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online