loading...
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei sebut Teheran sudah kirim 7 syarat kepada Presiden AS Donald Trump jika ingin berunding untuk akhiri perang. Foto/Mehr News Agency
TEHERAN - Iran telah mengirim tujuh syarat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jika ingin berunding untuk mengakhiri perang. Namun, Teheran juga mengancam akan mengubah doktrin nuklirnya.
Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei pada hari Sabtu mengatakan bahwa Qatar telah menyampaikan tujuh syarat dari Teheran kepada Washington. Menurutnya, dan Iran sekarang menunggu respons Trump.
Baca Juga: Iran Gantung Mata-Mata Mossad yang Bocorkan Lokasi Situs Rudal ke Israel
Trump mengatakan kepada Axios pada Kamis lalu bahwa dirinya tengah mendekati keputusan besar mengenai apakah akan kembali melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran. Trump mempertanyakan apakah dia akan memilih untuk “masuk dan memusnahkan” rezim Iran.
Pada saat yang sama, Trump secara terbuka mengatakan dirinya masih terbuka terhadap diplomasi dan mengeklaim Iran menginginkan kesepakatan. Teheran membantah bahwa perundingan telah dimulai kembali dan menegaskan tidak akan melakukan pembicaraan sampai persyaratan mereka dipenuhi.
Rezaei, yang menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Teheran masih berkomunikasi dengan para mediator di Qatar dan Pakistan.
Dia mengatakan tiga syarat yang telah disampaikan secara terbuka untuk mengakhiri perang adalah penghentian pertempuran “di semua front”, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade laut AS. Empat syarat lainnya belum diungkap.
Laporan-laporan media Iran menyebut ada tujuh syarat yang disampaikan kepada Washington melalui para perantara, khususnya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, daftar lengkap tujuh syarat tersebut belum dipublikasikan secara resmi.
Rezaei mengatakan Washington pada akhirnya harus menerima posisi Teheran. Dia juga menyatakan Iran siap menghadapi apa yang disebutnya sebagai “perang menentukan”.
Dia mengeklaim Iran telah mengidentifikasi titik-titik kerentanan militer AS dan baru-baru ini menguji rudal antikapal di dekat sebuah kapal induk Amerika. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.
Rezaei juga meningkatkan ancaman Iran terkait isu nuklir. Dia mengatakan tindakan AS dan Israel dapat menjadi alasan bagi Iran untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Namun, dia mengatakan belum ada keputusan yang diambil dan langkah Iran selanjutnya akan bergantung pada tindakan Washington.
Menurut Rezaei, Iran masih berkomitmen terhadap fatwa keagamaan yang dikeluarkan almarhum Ayatollah Ali Khamenei yang melarang senjata nuklir dan belum mengubah doktrin nuklir yang selama ini dinyatakannya.
Namun, dia menambahkan bahwa Teheran tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan, sehingga membuka kemungkinan perubahan sikap di kemudian hari.
.png)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4079792/original/044506900_1657030031-IMG_20220705_201041.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


