Asma bronkial merupakan salah satu gangguan pernapasan kronis yang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini terjadi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan sehingga menjadi lebih sensitif.
Ketika kambuh, penderita asma bronkial dapat mengalami sesak napas, batuk, dada terasa berat, dan bunyi mengi saat bernapas. Mengutip dari laman WebMD, asma bronkial termasuk penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang menyebabkan serangan batuk, mengi, dan sesak napas.
Penyakit ini perlu dikontrol dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, kenali lebih jauh tentang asma bronkial melalui penjelasan di bawah ini ya, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu asma bronkial?
Asma bronkial adalah kondisi peradangan kronis pada saluran udara di paru-paru yang menyebabkan penyempitan saluran napas dan membuat penderitanya sulit bernapas.
Melansir dari Medscape, pada asma bronkial terjadi hiperresponsivitas bronkus atau saluran napas yang menjadi terlalu sensitif terhadap pemicu tertentu. Akibatnya, saluran pernapasan mudah mengalami pembengkakan, produksi lendir berlebih, dan penyempitan.
Kondisi ini bisa bersifat ringan hingga berat. Pada sebagian orang, gejala hanya muncul sesekali. Namun, ada juga penderita yang mengalami kekambuhan berulang sehingga membutuhkan pengobatan rutin.
Apakah asma dan asma bronkial sama?
Secara umum, istilah asma dan asma bronkial merujuk pada kondisi yang sama. Istilah “asma bronkial” digunakan untuk menegaskan bahwa gangguan terjadi pada bronkus atau saluran udara di paru-paru.
Namun, dalam dunia medis terdapat beberapa jenis asma, salah satunya adalah asma kardial. Karena itu, istilah asma bronkial digunakan untuk membedakannya dari kondisi lain yang memiliki gejala mirip sesak napas dan mengi.
Asma bronkial merupakan penyakit kronis pada saluran napas yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran udara, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan berulang.
Perbedaan asma bronkial dan asma kardial
Asma bronkial dan asma kardial sama-sama dapat menimbulkan sesak napas dan bunyi mengi. Namun, keduanya memiliki penyebab yang berbeda.
Melansir dari laman Cleveland Clinic, asma kardial bukan disebabkan oleh gangguan saluran napas, melainkan akibat penumpukan cairan di paru-paru karena gagal jantung. Kondisi ini membuat penderita mengalami batuk dan sulit bernapas, terutama saat berbaring.
Sementara itu, asma bronkial terjadi akibat peradangan dan penyempitan saluran napas yang dipicu alergi, debu, asap, olahraga, atau infeksi.
Berikut beberapa perbedaannya:
Asma bronkial:
- Disebabkan peradangan saluran pernapasan.
- Sering muncul sejak usia muda atau anak-anak.
- Tekanan darah biasanya normal.
Asma kardial:
- Dipicu gangguan jantung dan penumpukan cairan di paru.
- Lebih sering dialami lansia dengan riwayat penyakit jantung.
- Dapat disertai tekanan darah tinggi dan tanda gagal jantung.
Penyebab asma bronkial
Asma bronkial dapat dipicu oleh banyak faktor, baik dari lingkungan maupun kondisi tubuh penderita. Berikut beberapa penyebab dan pemicunya:
- Paparan debu, serbuk sari, jamur, dan bulu hewan.
- Asap rokok dan polusi udara.
- Infeksi saluran pernapasan seperti flu.
- Olahraga atau aktivitas fisik berat.
- Udara dingin.
- Stres emosional.
- Refluks asam lambung atau GERD.
- Obesitas.
- Paparan bahan kimia atau iritan di tempat kerja.
- Penggunaan obat tertentu seperti aspirin atau NSAID.
Pada anak-anak, infeksi virus juga menjadi salah satu pemicu asma yang cukup sering ditemukan.
Gejala asma bronkial pada anak dan orang dewasa
Gejala asma bronkial bisa berbeda pada tiap orang. Ada yang hanya mengalami keluhan ringan, tetapi ada pula yang mengalami serangan berat hingga membutuhkan pertolongan medis.
Berikut beberapa gejala asma bronkial yang umum terjadi:
- Sesak napas.
- Napas berbunyi mengi.
- Batuk terus-menerus, terutama malam hari.
- Dada terasa sesak atau berat.
- Mudah lelah saat beraktivitas.
- Sulit tidur karena batuk atau sesak.
Pada anak-anak, gejala sering muncul setelah bermain atau saat malam menjelang pagi. Sedangkan pada orang dewasa, gejala dapat kambuh ketika terkena polusi, stres, atau kelelahan.
Asma bronkial bukan penyakit menular, Bunda. Penyakit ini tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui udara, sentuhan, atau penggunaan alat makan bersama.
Meski begitu, faktor genetik atau keturunan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami asma. Anak yang memiliki orang tua penderita asma biasanya memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kondisi serupa.
Selain faktor keturunan, lingkungan dan gaya hidup juga turut memengaruhi munculnya gejala asma bronkial.
Diagnosis asma bronkial
Untuk memastikan diagnosis asma bronkial, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta beberapa tes penunjang.
Salah satu pemeriksaan utama untuk mendiagnosis asma adalah spirometri. Tes ini dilakukan untuk mengukur fungsi paru dan kemampuan bernapas pasien.
Selain spirometri, pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain:
- Peak flow meter untuk mengukur kekuatan hembusan napas.
- Foto rontgen dada.
- Pemeriksaan oksigen dalam darah.
- Tes alergi bila diperlukan.
Dokter juga akan menilai apakah gejala yang muncul bersifat berulang dan membaik setelah pemberian obat asma.
Cara mengobati asma bronkial
Pengobatan asma bronkial bertujuan mengontrol gejala, mencegah serangan kambuh, dan menjaga fungsi paru tetap optimal.
Terapi asma biasanya melibatkan penggunaan inhaler untuk membantu membuka saluran napas dan mengurangi peradangan.
Beberapa cara mengobati asma bronkial meliputi:
- Menggunakan inhaler sesuai anjuran dokter.
- Menghindari pemicu asma seperti asap rokok dan debu.
- Menjaga kebersihan rumah.
- Mengontrol stres.
- Berolahraga ringan secara rutin.
- Mengonsumsi obat antiinflamasi atau bronkodilator bila diperlukan.
- Rutin kontrol ke dokter untuk memantau kondisi asma.
Asma bronkial memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan dan pola hidup yang sehat. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
.png)
3 hours ago
5
















































